Mata Hukum, Jakarta – Tim kuasa hukum yang mendampingi misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla mengungkapkan seluruh relawan yang ditahan saat ini tengah dibawa menuju Pelabuhan Ashdod, Israel.

Informasi tersebut diperoleh dari pernyataan terbaru tim pengacara yang diterima beberapa menit setelah proses pemindahan relawan dilakukan.
Total relawan yang diamankan disebut mencapai lebih dari 200 orang.“Tim lawyer sudah memverifikasi bahwa seluruh relawan termasuk 9 relawan Indonesia dan 2 jurnalis Republika sekarang sedang menuju ke Ashdod Port di Israel,” kata Wakil Pemimpin Redaksi Republika Stevy Maradona, saat berbincang dalam siniar “Meja Redaksi” B-Universe, Rabu 20 Mei 2026.

.Setelah tiba di Pelabuhan Ashdod, sambung Stevy, para relawan disebut akan dipindahkan kembali ke lokasi lain yang diduga merupakan fasilitas penahanan.
Namun, lokasi pasti tempat tersebut masih dalam proses verifikasi.Sementara itu, tim kuasa hukum juga telah memperoleh izin masuk ke Israel guna memberikan pendampingan hukum kepada para relawan.

Mereka disebut akan segera menemui para relawan untuk memastikan kondisi dan proses hukum yang dijalani.
Sementara pihak Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa terkait kasus ke 9 WNI tersebut bukan diculik.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta pada, Rabu 20 Mei 2026.
Sang Menteri mengatakan pihaknya terus berupaya memastikan WNI yang jadi relawan dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 dalam kondisi baik.

Meski begitu, Sugiono menegaskan bahwa kasus ini bukan penculikan.”Berdasarkan apa yang terjadi sebelumnya, yang 1.0 juga waktu itu, itu dideportasi.
Itu tidak ada, saat ini bukan kasus penculikan atau penyanderaan. Ini kasus kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ini di-intercept karena memang mereka melarang, Israel melarang kapal apa pun masuk ke wilayah tersebut,” kata Sugiono

Pernyataan Sugiono tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai ada tidaknya syarat dari Israel soal pelepasan WNI yang ditangkap.Lebih lanjut, Sugiono mengatakan tindakan para WNI itu bentuk semangat dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
Dia menjelaskan bahwa Kemlu terus berkoordinasi dengan negara lain yang berbatasan dengan Israel.”Kementerian Luar Negeri kami dari kemarin sudah terus memonitor situasinya. Saya sendiri sudah menghubungi kedutaan kita atau perwakilan kita untuk berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri di Jordan, Turki, Mesir untuk pertama mencari informasi yang akurat terkait posisi dan situasi dan keadaan dari saudara-saudara kita yang ditangkap,” tuturnya.
Sugiono juga menyebut memanfaatkan posisi dalam Board of Peace (BOP) dalam upaya penyelamatan WNI yang ditangkap. Koordinasi dilakukan dengan berbagai negara di kawasan untuk memastikan kondisi para WNI yang ditangkap.”Oh, iya (memanfaatkan keanggotaan BOP),” ucapnya.
Total, ada sembilan WNI yang ikut dalam Global Sumud Flotilla 2026. Seluruh WNI tersebut kini ditahan Israel,
Berikut identitasnya;
- Herman Budianto Sudarsono (GPCI-Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
- Ronggo Wirasanu (GPCI-Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
- Andi Angga Prasadewa (GPCI-Rumah Zakat) Kapal Josef
- Asad Aras Muhammad (GPCI-Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
- Hendro Prasetyo (GPCI-SMART 171) Kapal Kasr-1
- Bambang Noroyono (REPUBLIKA) Kapal BoraLize
- Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk
- Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk
- Rahendro herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk.

