Biadab! Israel Serang Rumah Sakit Gaza, Palestina: Jasad Korban dalam Kondisi Hancur Berserakan

0

“Sementara itu dikutip Jerusalem Post, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mencatat setidaknya 1.400 warga Israel meninggal dunia dan 4.500 lainnya mengalami luka-luka’

Mata-Hukum, Jakarta – Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ashraf Al-Qudra menyatakan bahwa sebagian besar korban “pembantaian” di Rumah Sakit Al-Ahli Baptist di Gaza adalah anak-anak dan perempuan. Serangan Israel ke rumah sakit Kristen itu menyebabkan banyak korban dengan kondisi jasad hancur dan kehilangan anggota tubuh.

Al-Qudra menulis pernyataan tersebut melalui akun Facebook, mengomentari pemboman Israel yang menargetkan kompleks rumah sakit, menyebabkan lebih dari 500 warga Palestina tewas.

“Pembantaian RS Baptist belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak dapat digambarkan. Ratusan korban tiba di rumah sakit dan petugas ambulans masih mengumpulkan bagian tubuh korban,” tulis Al-Qudra pada Rabu 18 Oktober 2023 seperti dilansir Anadolu.

“Sebagian besar korban pembantaian RS Baptist adalah anak-anak dan perempuan yang anggota tubuhnya hilang. Beberapa korban tewas datang tanpa kepala, dengan bagian tubuh robek dan isi perut keluar,” tulisnya kemudian.

“Jumlah dan jenis cedera akibat serangan terhadap rumah sakit berada di luar kemampuan tim medis dan ambulans kami. Dokter melakukan operasi di lapangan dan di koridor rumah sakit. Beberapa operasi bahkan dilakukan tanpa anestesi,” kata Al-Qudra.

Sementara, Rekaman di media sosial menunjukkan banyak jasad berserakan di halaman rumah sakit tersebut. Sementara banyak kerabat yang bersedih berusaha mengidentifikasi orang-orang terkasih mereka.

Menurut wartawan Anadolu di lapangan, ribuan warga Palestina berada di rumah sakit itu ketika bangunan tersebut dibombardir.

Serangan terhadap rumah sakit tersebut menuai kecaman keras di banyak negara dan protes kemarahan di seluruh dunia Muslim, sekaligus seruan agar dunia melindungi rakyat Palestina yang berada di bawah pendudukan Israel.

Korban Tewas Perang Hamas vs Israel Tembus 4.700 Orang

Korban tewas imbas perang antara milisi Hamas Palestina dengan Israel tembus hingga 4.700 jiwa.
Dilansir Reuters, Menteri Kesehatan Palestina, Mai al-Kaila, melaporkan per Rabu 18 Oktober 2023, setidaknya 3.300 orang meninggal dunia dan lebih dari 13 ribu orang luka-luka sejak perang pecah pada 7 Oktober lalu.

Sementara itu dikutip Jerusalem Post, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mencatat setidaknya 1.400 warga Israel meninggal dunia dan 4.500 lainnya mengalami luka-luka.

Dengan demikian, total korban tewas di kedua belah pihak mencapai 4.700 orang.

Israel menggempur Jalur Gaza usai milisi Palestina yang berkuasa di wilayah itu, Hamas, menyerbu kota-kota di Israel dalam serangan tak terduga pada Sabtu (7/10) lalu.

Hamas mengklaim serangan dengan nama Operasi Badai Al Aqsa itu untuk mengakhiri pendudukan terakhir di bumi. Serangan itu juga disebut balasan atas tindakan provokatif Israel di situs suci Yerusalem dan terhadap warga Palestina yang ditahan.

Pasukan Israel tak tinggal diam dan membalas serangan Hamas dengan melancarkan Operasi Pedang Besi. Operasi ini menargetkan infrastruktur Hamas di Jalur Gaza.

Tak lama setelah perang berkobar, Israel juga memberlakukan blokade total terhadap Gaza. Blokade ini menghentikan seluruh pasokan listrik, air, makanan, hingga bahan bakar bagi warga setempat.

Terbaru, Rumah Sakit Baptis Al Ahli di Jalur Gaza terkena serangan roket pada Selasa 17 Oktober 2023. Sekitar 500 orang pun tewas akibat insiden ini.

Hamas menuding Israel sebagai dalang serangan tersebut. Namun Israel membantah dan menuduh Jihad Islam yang menyerang RS itu.

Jihad Islam sendiri sudah membantah melancarkan serangan tersebut. Milisi sekutu Hamas itu menegaskan tuduhan Israel “salah dan tidak berdasar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *