Bombardir Israel Menggila, Hampir 22 Ribu Warga Palestina Terbunuh, Mayoritas Wanita dan Anak Anak

0

“Menurut PBB, ketika pertempuran sengit berlangsung, 85 persen dari 2,4 juta penduduk Gaza yang terkepung telah mengungsi”

Mata Hukum, Jakarta – Israel makin beringas menyerang warga Palestina di Jalur Gaza. Laporan terbaru menyebut pasukan Israel memaksa masuk ke area tengah dan selatan Gaza pada Sabtu (30/12) waktu setempat.
Menurut penuturan warga sekitar, serangan Israel dilancarkan menggunakan artileri berat. Sebelumnya, Israel menyatakan perang masih akan berlanjut hingga berbulan-bulan.

Serangan terbaru difokuskan di al-Bureij, Nuseirat, Maghazi, dan Khan Younis. Pesawat tempur Israel secara intens menyasar beberapa rumah sakit di Gaza dan melukai pasien Palestina.

Laporan Reuters dari informasi otoritas Hamas mengatakan bombardir Israel menewaskan 165 orang di Gaza selama 24 jam terakhir, dikutip pada Minggu 31 Desember 2023. Selain itu, ada 250 orang yang mengalami luka parah.

Di rumah sakit Khan Younis yang merupakan fasilitas kesehatan terbesar dan terpenting saat ini di area selatan Gaza, pekerja medis sibuk menggendong bayi-bayi yang diselimuti reruntuhan akibat serangan Israel.

Hampir 2,3 juta penduduk Gaza telah dipaksa keluar dari rumah mereka melalui serangan tanpa henti Israel selama 12 pekan belakangan. Bombardir tanpa ampun Israel terjadi secara Hamas mendadak melakukan serangan pada 7 Oktober 2023.

Sebanyak 1.200 warga Israel tewas dan 240 orang menjadi tawanan Hamas.

Sebagai perbandingan, angka terakhir menunjukkan 21.672 warga Palestina yang meninggal atau lebih dari 21 kali lipat jumlah korban di Israel. Ada lebih dari 56.000 warga Palestina yang mengalami luka.

Ribuan lainnya ditakutkan sudah meninggal di bawah reruntuhan, tetapi tidak bisa terdeteksi karena keterbatasan sumber daya.

Israel sendiri mengklaim 172 pasukannya telah terbunuh dalam perang Gaza. Pada Sabtu kemarin, Front Pembebasan Palestina mengatakan salah satu warga Israel yang jadi tawanan Hamas ikut terbunuh oleh serangan ‘makan tuan’ Israel.

Untuk diketahui, Pengeboman besar-besaran, dan invasi darat yang dilancarkan tiga minggu setelah perang, telah menjadikan sebagian besar wilayah Gaza menjadi reruntuhan dan menewaskan sedikitnya 21.822 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut kementerian kesehatan di Gaza.

Lebih dari 55.000 orang terluka, pada saat sebagian besar rumah sakit di Gaza tidak dapat berfungsi atau rusak dan kewalahan.

Menurut PBB, ketika pertempuran sengit berlangsung, 85 persen dari 2,4 juta penduduk Gaza yang terkepung telah mengungsi, yang memperingatkan meningkatnya risiko kelaparan dan penyakit ketika keluarga-keluarga yang putus asa berlindung di tenda-tenda darurat untuk melawan dinginnya musim dingin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *