27.2 C
Jakarta
06.10.2026
Mata Hukum
Home » Breakingnews! 7 Jurnalis Meliput Erupsi Anak Krakatau Hilang Kontak, SAR Lakukan Pencarian
Global MatahukumNews

Breakingnews! 7 Jurnalis Meliput Erupsi Anak Krakatau Hilang Kontak, SAR Lakukan Pencarian

“Kepala Basarnas Banten, Al Amrad: Komunikasi terakhir Korban dengan Jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 7 September 2026 mengirim sharelokasi terakhir dan pada pukul 15.04 terjadi hilang kontak”

Mata Hukum, Jakarta -Sejumlah wartawan dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Tim SAR masih melakukan pencarian.
“Pada hari Senin tanggal 7 September 2026 pada pukul 14.00 WIB jurnalis Banten bertolak dari dermaga Pagedongan Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau,” kata Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, dalam keterangannya kepada wartawan pada, Selasa 8 September 2026.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad

Salah seorang jurnalis, kata Amrad, sempat berkomunikasi dengan jurnalis di Lampung sekitar pukul 14.42 WIB. Dia mengatakan jurnalis itu mengirim lokasi terakhir.

Para wartawan yang hendak meliput erupsi gunung Anak Krakatau dikabarkan hilang kontak

“Komunikasi terakhir Korban dengan Jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 7 September 2026 mengirim sharelokasi terakhir dan pada pukul 15.04 terjadi hilang kontak. Sampai berita ini dilaporkan korban belum ditemukan,” katanya.

Tim SAR masih melakukan pencarian. Basarnas mendata ada tujuh jurnalis yang berangkat ke Selat Sunda menggunakan kapal.

Berdasarkan laporan awal kecelakaan kapal, lokasi dugaan hilang kontak berada di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Titik koordinat dugaan berada di 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T dengan heading 288.34°.

Dari posisi tersebut, jarak RIB 02 Banten menuju lokasi kejadian diperkirakan mencapai 9,98 NM atau mil laut, dengan waktu tempuh sekitar 40 menit.

Data sementara mencatat jumlah korban sebanyak delapan orang dalam laporan awal. Namun, data jurnalis yang disebutkan dalam pendataan mencatat sejumlah nama awak media yang berada dalam kapal tersebut.

Mereka antara lain Muhammad Bagus Khoirunnas yang merupakan jurnalis Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari Inews, serta Daus yang tercatat sebagai jurnalis Anadolu.

Selain itu terdapat Donal yang merupakan pekerja freelance. Dua korban lainnya masih dalam proses pendataan.

Dalam laporan tersebut, status sementara korban tercatat tujuh orang dalam kategori dalam pencarian. Belum ada korban yang dinyatakan selamat maupun meninggal dunia berdasarkan laporan yang diterima.

Pencarian langsung dilakukan tim SAR setelah mendapatkan informasi mengenai kapal yang belum kembali ke dermaga. Tim Rescue USS Pandeglang terlebih dahulu mendatangi Dermaga Pagedongan untuk mengumpulkan informasi mengenai kapal tersebut.

Hasil pengecekan di dermaga menyebutkan kapal speedboat milik Pak Lurah Carita berangkat dari Dermaga Pagedongan pada , Senin 7 September 2026 pukul 14.00 WIB. Hingga informasi tersebut diperoleh, kapal belum kembali ke dermaga.

Pemilik kapal juga disebut belum memperoleh informasi dari kru kapal mengenai keberadaan mereka.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Tim Rescue USS Pandeglang kemudian bergerak menuju lokasi kejadian. Pergerakan menuju lokasi atau LKP dilakukan pada Selasa 8 September 2026 pukul 14.30 WIB.

Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Kantor SAR Banten, Rizky Dwi, memastikan tim masih berada di lapangan untuk melakukan upaya evakuasi terhadap awak media yang hilang kontak.

“Tim kami masih di lapangan, mohon izin,” katanya.

Dalam operasi pencarian tersebut, sejumlah unsur dilibatkan. Tim Rescue USS Pandeglang mengerahkan enam personel. Selain itu, operasi pencarian juga melibatkan Polairud Pandeglang serta pemilik kapal.

Peralatan yang digunakan dalam pencarian juga telah disiapkan. Di antaranya Rescue Car, peralatan SAR air, RIB 02 Banten, peralatan medis, perangkat komunikasi, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.

Kondisi cuaca di lokasi pencarian berdasarkan laporan awal disebut cerah berawan. Angin bergerak dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan mencapai 16,7 knot.

Sementara itu, tinggi gelombang di perairan lokasi pencarian berada pada kisaran 0,4 hingga 1 meter.

Meski kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan, tim SAR tetap melakukan pencarian terhadap kapal dan para awak media yang belum diketahui keberadaannya. Fokus operasi diarahkan ke lokasi dugaan hilang kontak berdasarkan informasi terakhir yang diterima.

Hingga berita ini dirampungkan, belum ada informasi mengenai keberadaan para jurnalis tersebut. Tim SAR masih berjibaku di lapangan untuk menemukan kapal beserta seluruh awak media yang berada di dalamnya.

Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan melibatkan unsur SAR, Polairud Pandeglang, pemilik kapal, serta dukungan berbagai peralatan pencarian dan komunikasi.

Berita Terkait

Danrem Brigjen JO: Silaturahmi Bersama Para Tokoh Agama Untuk Wujudkan Papua Aman Dan Damai

Farid Bima

KPK Akan Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke “Menteri Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR”

Farid Bima

Wilayah KBN Cakung Cilincing Masih Terendam Banjir “Akses Terhambat”

Farid Bima

Leave a Comment