Bupati Serang Ratu Tatu diperiksa Kejagung terkait kasus korupsi Waskita Beton Precaast

0

“Ratu diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan proyek PT Waskita Beton Precast pada 2016 sampai 2020”

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah. (Istimewa)

Mata-Hukum, Jakarta – Kejaksaan Agung telah melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan proyek PT Waskita Beton Precast pada 2016 sampai 2020.

Ratu diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan proyek PT Waskita Beton Precast pada 2016 sampai 2020.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana. (Istimewa)

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana melalui siaran persnya, pada Rabu 22 Februari 2023.

Dalam kesempatan tersebut, Ketut Sumedana mengatakan, selain Ratu, saksi yang diperiksa adalah Syamsuddin selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemerintahan Kabupaten Serang. Pemeriksaannya terkait tersangka HA.

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah menjawab pertanyaan sejumlah wartawan. (Istimewa)

“Dia diperiksa terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunaan dana PT Waskita Beton Precast Tbk. pada 2016-2020,” jelas Kapuspenkum.

Hari ini juga bukan kali pertama bagi Syamsuddin untuk diperiksa. Baru saja kemarin Selasa 21 Februari 2023 dan pada akhir Januari lalu, dirinya telah menjalani pemeriksaan bersama Agus Erwana selaku Mantan Pj. Sekda/Asisten I Pemerintahan Kabupaten Serang.

Mereka juga tidak asing di mata penyidik. Lantaran, sejumlah pejabat telah diperiksa sebelumnya.

Gedung Kejaksaan Agung RI. (Matahukum/Farid)

Untuk diketahui, tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) sempat memeriksa, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri (EMS) yang diperiksa juga dua kali. Dia dipanggil karena berwenang memberikan perizinan lahan reklamasi yang akan digunakan Waskita Beton untuk pembangunan pabrik material.

Proyek Waskita. (Istimewa)

Pemeriksaannya dilakukan bersama Sugihardono selaku Kabag Hukum Setda Pemerintahan Kabupaten Serang.

Sebagai informasi, Kejagung telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunaan dana PT Waskita Beton Precast pada 2016-2020.

Identitas mereka adalah Kristiadi Juli Hardianto (KJH) selaku pensiunan Karyawan BUMN PT Waskita Beton Precast, Hasnaeni (H) selaku Direktur Utama PT Misi Mulia Metrical, Jarot Subana (JS) selaku Direktur Utama PT Waskita Beton Precast, dan HA selaku Direktur Utama PT Arka Jaya Mandiri (AJM).

Kemudian Agus Wantoro (AW) selaku pensiunan PT Waskita Beton Precast yang merupakan mantan Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast periode 2016 sampai dengan 2020, Agus Prihatmono (AP) selaku General Manager Pemasaran PT Waskita Beton Precast periode 2016 sampai dengan Agustus 2020, Benny Prastowo (BP) selaku Staf Ahli Pemasaran (expert) PT Waskita
Beton Precast, dan Anugrianto (A) selaku Pensiunan Karyawan PT Waskita Beton Precast.

Perbuatan para tersangka melanggar Primair Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Subsidiair Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *