Chief Security Adisatria Beri Info Salah, Karena ‘Diperintah’ Bukan Dari Manajemen STA

0

Mata-Hukum, Dumai – Akibat komunikasi yang tidak pada tempatnya, hampir saja terjadi masalah di areal proyek PT Sumber Tani Agung Resources Tbk, di Lubuk Gaung, Sungai Sembilan, Dumai, Senin siang tadi (30/10).

Awal masalah terjadi pada sore hari sebelumnya, Minggu (29/10). Saat itu Ison, staf Koperasi TKBM Dumai, mengawasi anggotanya yang sedang bekerja di pelabuhan STA. Ison yan juga anggota Pemuda Pancasila PAC Sungai Sembilan, menggunakan mobil pick up loreng, berlogo lambang organisasi pemuda besutan Jenderal Besar AH Nasution.

Tak berapa lama seorang petugas keamanan proyek meminta Ison untuk mengeluarkan mobilnya dari parkiran. Ia merasa ada yang aneh. Karena selama ini ia keluar masuk areal proyek itu menggunakan mobil loreng PP dan tak pernah ada masalah. Mobil itu sudah jadi mobil kerja.

“Lebih aneh lagi, hanya mobilku aja yang diminta keluar. Padahal banyak mobil lain yang parkir di situ,” kata Ison.

Petugas keamanan itu mengatakan bahwa ia diperintah atasannya yang bernama Julianto, purnawirawan TNI AL yang bekerja di perusahaan jasa pengamanan PT Global Bisnis Adisatria.

Rupanya Julianto mendapat bisikan dari Ali Syamsurizal, bekas anggota PP yang sekarang bergabung di Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB). Ali diketahui menjadi sub-kontraktor di proyek tersebut. Tercium aroma ‘persaingan’ tak sehat.

Informasi ini kemudian menyebar cepat, terutama di kalangan PP.

Senin siang, setelah tugas upacara Hari Sumpah Pemuda di kantor Walikota Dumai, sekitar 100-an anggota PP mendatangi lokasi proyek PT STA. Mereka menggunakan puluhan mobil. Tujuannya untuk meminta kejelasan sikap manajemen proyek soal perlakuan Julianto dan petugasnya tadi malam.

Manajemen STA menjelaskan permintaan tersebut berasal dari Ali ke Chief Keamanan Proyek Julianto. Padahal Ali bukan staf proyek, hanya sebagai sub-kontraktor. Namun Julianto membantah memberi perintah.

“Atas kejadian ini kami minta maaf. Ini miskomunikasi,” kata staf manajemen STA tersebut menutup pertemuan.

Setelah masalah itu diluruskan oleh manajemen STA, seluruh anggota Pemuda Pancasila Dumai berangsur balik kanan.

“Ini akibat sikap tidak profesional Chief Keamanan Proyek STA Pak Julianto (dari PT Global Bisnis Adisatria). Seharusnya ia hanya memproses informasi dari pihak yang jelas statusnya dalam proyek ini,” jelas Ison.

Peristiwa ini jadi pelajaran bahwa miskomunikasi dan meneruskan informasi dari pihak yang tidak jelas bisa menimbulkan masalah.

jotz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *