Dakwaan Heri Chalilullah Burmeli Kasus Penebangan Pohon Diputus Batal Demi Hukum oleh Hakim

0

“Terdakwa bersama dengan pelaku lain pada Tgl 15 Nopember 2022 di lahan milik Fitria Perwitasari yang diduga memiliki bukti sertifikat seluas 5.811 M2, bersama sama menebang pohon pisang dan tanam tumbuh lainnya hingga ditaksir para korban mengalami kerugian sekitar Rp.5 juta”

Mata-Hukum, Bandarlampung – Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Heri Chalilullah Burmeli dinyatakan Batal Demi Hukum oleh majelis hakim.

Hal itu berdasarkan Putusan Sela yang diputuskan Majelis Hakim pada PN Tanjungkarang pada 31 Juli 2023 sekira pukul 16.42 WIB kemarin.





Adapun Putusan Sela yang menyatakan Surat Dakwaan Heri Chalilullah Burmeli Batal Demi Hukum itu disampaikan Majelis Hakim yang dipimpin Hendro Wicaksono.

Bunyi Putusan Sela

  1. Menerima Eksepsi yang disampaikan Kuasa Hukum.
    2. Menyatakan Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Batal Demi Hukum.
    Memerintahkan Terdakwa dikeluarkan dari Tahanan.
    3. Usai membacakan Putusan Sela tersebut, Hakim menyatakan bahwa Surat Dakwaan Batal Demi Hukum tersebut didasarkan pada materi Eksepsi yang diajukan Kuasa Hukum Heri Chalilullah Burmeli.

Salah satu yang menjadi alasan majelis hakim batalnya surat dakwaan tersebut diketahui berkenaan dengan Kesalahan Pengetikan yang dilakukan JPU pada Kejaksaan Tinggi Lampung.

Untuk diketahui bahwa salah ketik itu berkaitan dengan penulisan tanggal perbuatan Heri Chalilullah Burmeli yang ada dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

Jaksa dalam Surat Dakwaannya mendakwa bahwa perbuatan Heri Chalilullah Burmeli berlangsung pada bulan November 2023.

Terhadap Salah ketik yang diajukan sebagai materi Eksepsi tersebut, Hakim berpendapat bahwa telah terjadi ketidakcermatan yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum.

Dalam kesempatan tersebut Kuasa Hukum Heri Chalilullah Burmeli, Teguh Rahmat Hartono meminta JPU agar kliennya sesegera mungkin dikeluarkan dari Rumah Tahanan merujuk kepada Putusan Sela majelis hakim.

“Karena ini sudah sore, paling lambat klien kami dikeluarkan besok dari rumah tahanan,” ujar Teguh.

Sebagai informasi, perkara yang membuat Heri Chalilullah Burmeli duduk sebagai Terdakwa di PN Tanjungkarang didasarkan pada proses Penyidikan di Ditreskrimum Polda Lampung.

Oleh Penyidik Subdit II Harta dan Benda pada Ditreskrimum Polda Lampung, Heri Chalilullah Burmeli diduga melakukan perusakan tanam tumbuh bersama pihak-pihak lain.

Dalam Surat Dakwaan, Heri Chalilulah Burmeli didakwa melakukan penebangan pohon Pisang, pohon Pepaya dan pohon Akasia yang ditanam saksi Muhamad Haeri di atas lahan seluas seluas 5.811 M2 milik saksi Fitria Perwitasari.

Pria yang akrab disapa Heri Cihuy itu didakwa melakukan tindak pidana yang diancam dalam Pasal 170 ayat (1) KUHPidana atau Pasal 406 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Terdakwa Tebang Pohon Pisang Kerugian 5 Jt Sidang Perdana di PN Tanjungkarang

Seperti diketahui Heri Chalilullah Burmeli menjalani sidang pembacaan dakwah oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada Senin 17 Juli 2023 lalu.

Dalam dakwah Heri Chalilullah Burmeli menyuruh beberapa orang menebang tanam tumbuh diatas lahan yang ditumpangi beberapa korban atas izin diduga pemilik sertifikat, Heri Chalilullah Burmeli (53), warga Jln.Gatot Subroto Gg.Pandawa Bumiwaras Telukbetung Selatan (TbS), akhirnya menjadi tersangka dan dikurung hingga diproses hukum selanjutnya duduk di kursi pesakitan menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang.

Dalam sidang perdana, Senin 17 Juli 2023 lalu yang prosesnya terbilang cepat (P21), sementara beberapa orang pelaku penebangan lainnya masih dalam proses penyidikan, Ponco Santoso, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung mendakwa terdakwa dengan Pasal 170 KUHP atau Pasal 406 KUHP.

Dalam surat Dakwaan, JPU menyatakan terdakwa bersama Agustoni (belum tertangkap), Sahirin/Mama, Asep Saipul Hadi, Nano Mugiono dan Entong (masih dalam proses penyidikan), pada Tgl 15 Nopember 2022 di lahan milik Fitria Perwitasari yang diduga memiliki bukti sertifikat seluas 5.811 M2, di Jln.Endro Suratmin Kelurahan Kopri Jaya Sukarame Bandarlampung, dengan bersama sama menebang pohon pisang dan tanam tumbuh lainnya hingga ditaksir para korban mengalami kerugian sekitar Rp.5 juta.

Sidang pembacaan Dakwaan ini, terdakwa Heri Chalilullah Burmeli dikenakan JPU dengan Pasal 170 atau 406 KUHP, karena menyuruh para pelaku lainnya melakukan penebangan pohon milik beberapa korban yang berada diatas lahan diduga milik Fitria Perwitasari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *