“Kedutaan Besar Swedia menyebut program SISP tidak sepenuhnya dibatalkan. Sejumlah sesi sektoral tetap akan dilaksanakan sesuai dengan agenda yang telah disiapkan”
Mata Hukum, Jakarta – Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu agenda kunjungan Putri Mahkota Victoria dari Swedia di Jakarta. Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik membuat perjalanan Putri Mahkota Victoria ke Jakarta tertunda.

Putri Mahkota Victoria sedianya menghadiri Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) Business Forum pada, Selasa, 8 September 2026. Namun, Putri Mahkota Victoria saat ini masih berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, bersama Wakil Menteri Kerja Sama Pembangunan Internasional dan Perdagangan Luar Negeri Swedia, Diana Janse.

Keduanya berada di Lombok untuk menghadiri kegiatan yang diselenggarakan United Nations Development Programme (UNDP). Putri Mahkota Victoria sebelumnya dijadwalkan menghadiri pembukaan dan konferensi pers SISP Business Forum di Hotel Park Hyatt Jakarta.

“Kedutaan Besar Swedia di Jakarta dan Business Sweden dengan menyesal mengumumkan bahwa Yang Mulia Putri Mahkota Victoria dari Swedia dan Wakil Menteri Kerja Sama Pembangunan Internasional dan Perdagangan Luar Negeri Swedia, Diana Janse, tidak dapat melakukan perjalanan ke Jakarta sesuai rencana. Keputusan ini diambil sehubungan dengan gangguan penerbangan yang masih berlangsung menyusul letusan gunung berapi baru-baru ini dan dampak sebaran abu vulkanik yang ditimbulkannya,” kata Kedutaan Besar Swedia dalam pernyataan tertulis yang diterima RRI, Senin, 7 September 2026.

Meski demikian, Kedutaan Besar Swedia menyebut program SISP tidak sepenuhnya dibatalkan. Sejumlah sesi sektoral tetap akan dilaksanakan sesuai dengan agenda yang telah disiapkan.
“Sesi-sesi tersebut akan mempertemukan pelaku usaha, institusi, dan pemangku kepentingan dari Swedia dan Indonesia untuk melanjutkan dialog. Kemudian, bertukar pengetahuan dan pengalaman, membangun jejaring, serta menjajaki peluang kerja sama di berbagai sektor prioritas,” kata Kedutaan Besar Swedia.
SISP merupakan salah satu platform untuk memperkuat hubungan dan kerja sama antara Swedia dan Indonesia. Kerja sama tersebut mencakup bidang ekonomi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Sejumlah sektor yang menjadi bagian dari kerja sama kedua negara meliputi inovasi dan teknologi, keberlanjutan, energi, kesehatan, serta transformasi digital. Keterlibatan dunia usaha dan institusi dari kedua negara diharapkan membuka peluang baru dalam perdagangan, investasi, dan inovasi.
Kedutaan Besar Swedia dan Business Sweden menegaskan perubahan agenda tersebut tidak memengaruhi hubungan dan kemitraan kedua negara. Kerja sama dalam kerangka SISP akan tetap dilanjutkan melalui dialog, inovasi, serta kolaborasi berkelanjutan.
“Kedutaan Besar Swedia dan Business Sweden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan mitra atas pengertian serta fleksibilitas dalam menghadapi kondisi yang tidak biasa tersebut. Kami berharap upaya memperkuat kerja sama Swedia-Indonesia dapat terus berlanjut dalam berbagai kesempatan mendatang,” ujar Kedutaan Besar Swedia.
Berikut penjelasan rinci terkait latarbelakang
Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) 2026
SISP adalah platform dialog multi-pemangku kepentingan guna membangun kolaborasi antara Swedia
dan Indonesia untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dari Agenda Pembangunan
Berkelanjutan 2030 Perserikatan Bangsa-Bangsa. Konferensi tahunan SISP berfungsi sebagai tempat
bagi para pemimpin dari pemerintah, akademisi, dan sektor swasta untuk bertemu dan berbagi
pengalaman di berbagai sektor dengan tema bersama yaitu keberlanjutan.
Awalnya berfokus pada empat sektor utama: energi, kesehatan, industri, dan transportasi, kemitraan ini
kemudian diperluas untuk juga mencakup kehutanan dan pertambangan berkelanjutan, yang
mencerminkan semakin luasnya bidang minat bersama dan komitmen bersama untuk memajukan
pembangunan berkelanjutan. Tahun ini, digitalisasi, ketahanan, dan keamanan juga akan dibahas.
Pembaruan Kemitraan Utama
Transportasi
Keterlibatan dalam kerangka kerja sektor transportasi di SISP (SISP Transportation) mencakup
pengenalan rencana unit bus Volvo untuk membawa bus listrik Eropa pertama ke Indonesia sebagai
pilihan untuk jaringan transportasi Indonesia dan untuk mendukung ambisi negara dalam mengurangi
emisi dan meningkatkan mobilitas perkotaan.
Perwakilan Swedia juga bertemu dengan otoritas provinsi Jakarta untuk membahas solusi pembiayaan,
infrastruktur pengisian daya, dan peluang untuk mendukung transisi Indonesia menuju sistem
transportasi rendah emisi.
Pelayanan Kesehatan (Healthcare)
SISP Healthcare mendukung prioritas kesehatan nasional Indonesia melalui kemitraan multi-pemangku
kepentingan yang melibatkan lembaga publik, akademisi, dan sektor swasta.
Area fokus saat ini meliputi:
- Perawatan kanker
- Kesehatan paru-paru
- Penyakit langka
- Kesehatan Ibu & Anak, seperti skrining Anemia dan RSV
- Resistensi antimikroba (AMR)
- Diagnostik dan pengobatan presisi
- Digitalisasi pelayanan kesehatan
SISP Healthcare telah mendukung upaya untuk memperkuat infrastruktur perawatan kanker Indonesia
melalui hibah sebesar 9 juta SEK untuk studi kelayakan pengembangan pusat radioterapi, sekaligus
berkontribusi pada peningkatan kapasitas radioterapi di Pusat Kanker Nasional Indonesia. Inisiatif ini
membantu memperluas akses ke pengobatan kanker tingkat lanjut dan mendukung pengembangan
layanan onkologi jangka panjang di seluruh negeri.
Bekerja sama dengan pemangku kepentingan di Provinsi Jakarta dan Jawa Barat, SISP Healthcare telah
mendukung program skrining anemia skala besar, dengan sekitar 150.000 tes yang diberikan melalui
pendanaan hibah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini dan intervensi, khususnya di
kalangan perempuan dan anak-anak, yang berkontribusi pada hasil kesehatan yang lebih baik dan
perawatan pencegahan.
Kemitraan ini juga mendukung skrining Respiratory Syncytial Virus (RSV) untuk bayi prematur dan bayi
yang menunjukkan gejala yang terkait dengan RSV. Dengan memungkinkan diagnosis dan intervensi
klinis yang lebih awal, inisiatif ini membantu meningkatkan pengelolaan bayi yang rentan dan
memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak.
Melalui inisiatif ini, SISP Healthcare terus berkontribusi pada ekosistem perawatan kesehatan yang lebih
tangguh, adil, dan inovatif di Indonesia.
Organisasi yang berpartisipasi meliputi AstraZeneca, Elekta, Essity, HemoCue, IDL Diagnostics,
Evibody, Skane Care, dan Surgical Science.
Energi
Mitra energi Swedia mendukung transisi Indonesia menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
Inisiatif utama meliputi:
- Eksplorasi Siemens Energy terhadap solusi turbin gas siap hidrogen
- Dukungan Hitachi Energy untuk interkonektivitas pulau dan solusi transmisi daya
- Pembiayaan, di mana SEK dan EKN – lembaga pembiayaan dan penjamin pemerintah
Swedia – sedang berdiskusi dengan Kementerian Keuangan tentang pengaturan
pembiayaan proyek strategis di Indonesia - Peningkatan kapasitas NIR menetapkan program peningkatan kapasitas multi-tahun untuk
PLN dalam memperoleh kemampuan transmisi berkelanjutan.
Industri
Perusahaan manufaktur dan digitalisasi Swedia—termasuk Ericsson, Alfa Laval, Tetra Pak, Monitor ERP,
Hubexo, Atlas Copco, dan SKF—siap mendukung pengembangan industri hilir Indonesia dengan
memajukan solusi digital yang meningkatkan efisiensi energi, produktivitas, dan daya saing global.
Pertambangan
Platform sektor pertambangan SISP (SISP Mining) mendukung transisi Indonesia menuju pertambangan
yang lebih berkelanjutan, produktif, dan berbasis teknologi melalui kolaborasi antara pemerintah,
operator pertambangan, dan perusahaan teknologi Swedia.
Fokus saat ini meliputi:
- Pertambangan berkelanjutan dan rendah emisi
- Elektrifikasi dan efisiensi energi
- Otomasi dan digitalisasi
- Efisiensi operasional dan produktivitas
- Keselamatan dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab
Ekosistem pertambangan Swedia yang terlibat melalui SISP Mining mencakup perusahaan seperti ABB,
Sandvik, Epiroc, Volvo Construction Equipment, Volvo Trucks, SKF, dan EOL Vent Mining.
Teknologi dan keahlian Swedia dapat membantu operasi pertambangan mengurangi konsumsi energi
dan bahan bakar, menurunkan emisi, meningkatkan efisiensi dan keandalan peralatan dan operasi, serta
memanfaatkan sumber daya dengan lebih baik sambil memperkuat keselamatan dan produktivitas.
Dengan memungkinkan penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan bertanggung jawab di seluruh
operasi pertambangan, solusi ini dapat berkontribusi pada tujuan keberlanjutan Indonesia sekaligus
mendukung sektor pertambangan yang lebih kompetitif dan tangguh.
Kehutanan
SISP Kehutanan didirikan di 2026 oleh Team Sweden bersama dengan Scania, International Carbide
Technology (INCA), ExTe Fabriks AB, dan Katam Technologies AB. Inisiatif ini menyatukan keahlian
dalam transportasi berkelanjutan, ketahanan hutan, logistik kayu, dan kehutanan digital untuk
mendukung transisi kehutanan berkelanjutan Indonesia dan berkontribusi pada target Net Sink FOLU
2030 negara.
Melalui platform ini, para pemangku kepentingan berkolaborasi untuk mempromosikan: - Praktik kehutanan berkelanjutan
- Peningkatan produktivitas
- Efisiensi sumber daya
- Ketelusuran
- Berbagi pengetahuan di seluruh rantai nilai kehutanan
Keamanan dan ketahanan
Sektor ini mendukung dialog antara pemangku kepentingan Indonesia dan Swedia tentang penguatan
kerja sama ketahanan dan keamanan, dengan fokus khusus pada keamanan dan pertahanan udara dan
maritim serta konektivitas yang aman, sambil mengeksplorasi peluang untuk pengembangan
kemampuan, pertukaran teknologi, dan kemitraan jangka panjang.
Area fokus utama meliputi: - Pengawasan Udara dan Keamanan Angkatan Laut
- Sistem Pertahanan & Keamanan Udara Terpadu
- Komunikasi Taktis Aman & Jaringan Radio
- Keamanan Siber
- Teknologi berbasis inovasi
- Pertukaran pengetahuan antara pemangku kepentingan Swedia dan Indonesia
Inisiatif ini menyoroti pentingnya kemitraan yang terpercaya, inovasi teknologi, dan infrastruktur yang
tangguh dalam mendukung keamanan nasional Indonesia. Di sektor ini, Swedia secara aktif mendukung
Indonesia melalui beberapa inisiatif, termasuk studi kelayakan tentang jaringan konektivitas pedesaan
dan program peningkatan kapasitas di bidang keamanan siber.

