Dewas Ungkap Ada Pungli di Rutan KPK Diera Pimpinan Jenderal Firli Bahuri Tahun 2021-2022, Nilainya Rp 4 Miliar

0

“Anggota Dewas KPK Albertina Ho: Sudah diketahui pungutan liar itu dilakukan ada berupa setoran tunai, semua itu menggunakan rekening ketiga dan sebagainya”

Mata-Hukum, Jakarta – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) mengungkapkan ada dugaan tindakan pungutan liar (pungli) di lingkungan pejabat rumah tahanan negara (rutan) KPK diera Pimpinan Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri.

Para pejabat rutan KPK itu diduga menerima pungli dari para tahanan komisi antikorupsi.

“Benar Dewan Pengawas KPK telah menemukan dan membongkar kasus terjadi pungutan liar di Rutan KPK,” ucap Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean dalam jumpa pers di Kantor Dewas KPK, Jakarta Selatan, pada Senin 19 Juni 2023.

“Untuk itu, Dewas telah menyampaikan kepada pimpinan KPK agar ditindaklanjuti dengan dilakukan penyelidikan karena ini tindak pidana,” jelas Tumpak.

Berdasarkan temuan awal Dewan Pengawas KPK, diduga terdapat pungli hingga mencapai Rp 4 miliar, sepanjang Desember 2021 hingga Maret 2022.

“Mengenai jumlahnya cukup fantastis dan ini sementara saja, jumlah sementara yang sudah kami peroleh di dalam satu tahun periode Desember 2021-Maret 2022 itu sejumlah Rp4 miliar. Jumlah sementara, mungkin masih berkembang lagi,” ungkap Anggota Dewas KPK Albertina Ho.

Dalam kesempatan tersebut, Albertina juga mengungkapkan penerimaan uang pungli dilakukan satu di antaranya lewat setoran tunai dengan menggunakan rekening pihak ketiga.

“Sudah diketahui pungutan itu dilakukan ada berupa setoran tunai, semua itu menggunakan rekening ketiga dan sebagainya. Kami tak bisa sampaikan terang karena ini pidana. Kami telah menyerahkan kepada KPK pada Selasa, 16 Mei 2023, untuk menindaklanjuti pidananya,” jelas Albertina.

“Kami sudah lakukan klarifikasi untuk etiknya,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *