Diperiksa Kejagung 9 Jam, Johnny G Plate Dicecar 51 Pertanyaan Kasus Korupsi Proyek BTS BAKTI Kominfo

0

“Johnny G Plate: Apabila Kejagung masih membutuhkan keterangan-keterangan, maka sebagai bentuk warga negara dan sebagai pimpinan kementerian pembantu presiden di bidang Kominfo saya akan tetap menghormatinya dan melaksanakannya dengan baik”

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate. (Istimewa)

Mata-Hukum, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate dicecar 51 pertanyaan saat diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pembangunan Base Transceiver Station (BTS) BAKTI oleh tim penyidik.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejaksaan Agung, Kuntadi, mengatakan Plate diperiksa dari pukul 9.00 WIB. Pemeriksaan tersebut berjalan lancar.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate (tengah) bersama Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejaksaan Agung, Kuntadi usai menjalani pemeriksaan. (Istimewa)

“Ada 51 pertanyaan yang kita sampaikan dan semuanya dijawab dengan baik dan kooperatif,” ujar Kuntadi kepada wartawan di Gedung Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Jakarta Selatan, Selasa 14 Februari 2023.

Kuntadi menerangkan Plate yang merupakan politikus Partai Nasdem itu diperiksa Kejagung sebagi saksi untuk menggali terkaki kapasitasnnya sebagai Menkominfo.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejaksaan Agung, Kuntadi menyambut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate. Untuk menjalani pemeriksaan. (Merdeka.com)

“Untuk mengetahui sejauh mana pengawasan dan pengendalian kegiatan yang yang dibawah tanggung jawabnya,” kata dia.

“Selain itu kita juga memeriksa dan mendalamai fungsi dan tugas beliau selaku penguna anggaran,” katanya menambahkan.

Sebagai Menkominfo kata Kuntadi, Plate seharusnya memiliki kewajiban melakukan evaluasi dan mengawasi penggunaan anggaran BTS BAKTI.

Gedung Kejaksaan Agung. (Matahukum/Farid)

Pada pemeriksaan hari ini, Plate diperiksa bersama lima orang saksi lainnya, 4 di antaranya merupakan petinggi perusahaan.

Adapun kelima saksi, K selaku Direktur PT Elabram System, TSBK selaku Direktur PT Menara Cahaya Telekomunikasi, DB selaku Direktur PT Telnusa Intracom, WL selaku Direktur Penjualan PT ZTE Indonesia, dan DA dari pihak swasta.

Dicecar 51 Pertanyaan Kasus Dugaan Korupsi BTS, Jhoni G Plate Siap Dipanggil Kembali Kejaksaan Agung!

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate (tengah) bersama Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejaksaan Agung, Kuntadi usai menjalani pemeriksaan. (Istimewa)

Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Johnny G Plate menyatakan siap dipanggil kembali oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), jika kesaksiannya masih dibutuhkan pada kasus dugaan korupsi penyediaan Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kominfo Tahun 2020-2022.

Kementerian Komunikasi dan Informatika. (Istimewa)

Hal itu disampaikannya usia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih sembilan jam di Kantor Kejaksaan Agung Jakarta Selatan, pada Selasa 14 Februari 2023.

“Apabila Kejagung masih membutuhkan keterangan-keterangan, maka sebagai bentuk warga negara dan sebagai pimpinan kementerian pembantu presiden di bidang Kominfo saya akan tetap menghormatinya dan melaksanakannya dengan baik,” kata Plate kepada wartawan.

Pada pemeriksaannya, Plate dicecar 51 pertanyaan. Dia mengaku, telah memberikan keterangan sesuai dengan pengetahuannya sebagai menteri.

“Saya telah memberikan keterangan-keterangan atas pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh para penyidik di Kejagung,” ujarnya.

“Pernyataan tersebut saya sampaikan dengan penuh tanggung jawab, karena itu memang aturannya. Secara khusus yang terkait dengan tugas, fungsi, kewenangan sebagai Menkominfo,” sambungnya.

Kejaksaan Agung Sudah Menetapkan Lima Tersangka

Sejauh ini Kejaksaan Agung telah menetapkan lima orang tersangka.

Mereka adalah Komisaris PT Solitech Media Sinergy, Irwan Hermawan, Anang Achmad Latif (AAL) selaku Direktur Utama BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika, Galubang Menak (GMS) selaku Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, Yohan Suryanto (YS) selaku tenaga ahli Human Development (HUDEV) Universitas Indonesia Tahun 2020 dan Mukti Ali tersangka dari pihak PT Huwaei Technology Investment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *