“Rizieq kok didengerin, biarkan saja omongannya tidak ada yang bisa dipercaya,”
Mata Hukum, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman menanggapi pernyataan Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI) Rizieq Shihab yang menyebut dirinya “Jenderal Baliho” serta mengaitkannya sebagai pembisik di balik pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal “Kabur ke Yaman”.

“Rizieq kok didengerin, biarkan saja omongannya tidak ada yang bisa dipercaya,” kata Dudung kepada wartawan pada,, Senin 4 Mei 2026.
Pernyataan Rizieq dan Istilah ‘Jenderal Baliho’

Rizieq sebelumnya dalam sebuah tayangan YouTube menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait istilah “Kabur ke Yaman” dalam pidato publik di Cilacap, Jawa Tengah.

Ia mempertanyakan penggunaan penyebutan negara tersebut dalam pidato Presiden dan mengaitkannya dengan figur yang ia sebut “Jenderal Baliho”.

Istilah “Jenderal Baliho” merujuk pada Dudung saat menjabat Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) pada 2020, ketika ia memerintahkan penertiban baliho di Jakarta melalui koordinasi dengan aparat terkait.
Konteks Pernyataan Presiden
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan istilah “Kabur ke Yaman” dalam peresmian proyek hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah, 29 April 2026.
Dalam pidatonya, Presiden menyinggung pihak yang dinilai tidak patriotik serta merespons narasi “kabur saja dulu”.
“Kalau ada yang mau kabur, kabur saja. Mungkin ada yang mau ke Yaman, silakan,” ujar Prabowo.
Pernyataan Rizieq Shihab dan Dudung Abdurachman menjadi bagian dari diskusi publik terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto.
Hingga kini, belum ada keterangan tambahan dari pihak Istana terkait pernyataan tersebut.
Habib Rizieq Sorot Pernyataan Prabowo soal Yaman, Sebut Terpengaruh ‘Jenderal Baliho’

Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, menyorot pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyeret-nyeret negara Yaman.
Pernyataan yang dimaksud ialah pernyataan kepala negara saat menanggapi soal narasi Indonesia gelap. Dalam pernyataannya, Prabowo kemudian menyinggung Yaman saat bicara ihwal pihak yang ingin kabur dari Indonesia.

Menurut Rizieq, pernyataan Prabowo tersebut tidak serta merta berdiri sendiri. Melainkan ada dasar yang menjadi latar belakang.
Rizieq menduga Prabowo terpengaruh dengan sejumlah pihak yang kini menjadi pembantu serta penasihatnya di pemerintahan. Padahal menurut Rizieq, Prabowo tidak pernah menyinggung hal serupa selama memimpin.
“Gara-gara apa tu itu? punya teman jelek Saudara. 1 tahun setengah presiden kita enggak pernah ngomong begitu, kenapa hari ini dia mengatakan begitu?” kata Rizieq sebagaimana tayangan video di akun YouTube OfficialIslamicBrotherhoodTV, sebagaimana dilihat pada, Selasa 5 Mei 2026.
Rizieq menyoroti pertemuan Prabowo sebelumnya dengan orang yang ia sebut sebagai menteri segala urusan pada era presiden sebelumnya.
“Dulu kan yang bicara begitu bukan presiden, ada menteri segala urusan tahu kan?” kata Rizieq
“Dipanggil lagi ditemuin diajak ngobrol ada apa? Nular saudara,” sambung Rizieq.
Rizieq merasa pernyataan Prabowo tersebut tidak terlepas dari pertemuan Prabowo dengan tokoh yang ia sebut menteri segala urusan.
“Kalau dulu ada menteri segala urusan nyebut ngusir luar negeri kalau mau protes-protes. Presiden kita minta nasihat tahu-tahu ngomongnya sama, pergi ke luar negeri,” ujar Rizieq.
Bukan soal pernyataan tersebut. Rizieq menyoroti istilah Yaman yang dikeluarkan Prabowo beriringan dengan pernyataan sebelumnya.
“Sekarang ada tambahan malah pergi ke Yaman. Dari mana nih kata Yaman keluar Saudara?” kata Rizieq.
Menurut Rizieq, Prabowo mengekuarkan kata Yaman karena terpengaruh dengan seseorang yang ia sebut Jenderal Baliho.
“Eh ternyata ada sebabnya lagi ada Jenderal Baliho yang udah lama enggak dipakai Saudara, sudah diparkir eh tahu-tahu kemarin dipanggil ke Istana, diangkat menjadi penasihat presiden bidang pertahanan nasional, dilantik lagi Saudara,” kata Rizieq.
Rizieq mempertanyaakan mengapa Prabowo mengangkat Jenderal Baliho sebagai penasihat. Padahal, Rizieq menduga ada keterkaitan dengan kasus KM 50
“Jenderal Baliho ini Saudara diduga kuat dengan bukti-bukti yang kita miliki indikasi-indikasi yang sudah kita kumpulkan, Saudara. Satu, langsung atau tidak langsung dia terlibat dalam tragedi KM 50. Setidaknya dia ikut siaran pers yang penuh kebohongan bersama Kapolda Metro Jaya saat itu dengan bukti-bukti palsu dengan pestol palsu, peluru palsu Saudara, semuanya serba palsu,” tutur Rizieq.
Selain itu, Rizieq menduga adanya keterlibatan Jenderal Baliho dengan kasus begal nasab.
“Ini orang bermasalah dalam KM 50, dalam urusan adu domba anak bangsa, dalam urusan menghina para habaib. Saudara, kenapa diangkat jadi penasihat presiden?” kata Rizieq.
“Pantes saja presiden bilang pergi sono ke Yaman karena Jenderal Bariho ini memang benci Yaman,” sambungnya.
Rizieq berpandangan istilah Yaman tersebut secara tidak sadar disampaikan Prabowo karena sudah terpengaruh lebih dahulu.
“Ada yang bilang, ‘Habib ini bapak presiden terpeleset. Saya percaya terpeleset tapi kenapa bisa terpeleset? Habis ngobrolnya sama orang yang anti Yaman, bagaimana enggak terpeleset?’,” kata Rizieq.
“Jadi begitu ngomong ingat tuh sudah kedoktrin ngobrol istana sama orang yang anti Yaman, dijelekin,” tandasnya.

