20.01.2026
Mata Hukum
Home » Ditanya Potensi Reshuffle, Presiden Prabowo: Yang Tak Kerja untuk Rakyat Saya Singkirkan
NewsPolitik

Ditanya Potensi Reshuffle, Presiden Prabowo: Yang Tak Kerja untuk Rakyat Saya Singkirkan

“Presiden Prabowo: Jadi saudara, 100 hari pertama saya harap ada kesadaran, seluruh aparat, institusi bersihkan dirimu, sebelum kau dibersihkan,”

Mata Hukum, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berkali-kali bicara akan menindak jajarannya yang tidak patuh dan melakukan penyelewengan saat acara Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama (NU). Apakah ada potensi reshuffle usai 100 hari pertama kabinetnya bekerja?


Hal itu sempat ditanyakan ke Prabowo usai acara. Namun, Prabowo tidak menjawab lugas.

“Bahasa Indonesia kan jelas kan?” kata Prabowo di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 5 Februari 2025.

Prabowo menegaskan rakyat menuntut pemerintah untuk bekerja dengan bersih dan benar. Prabowo ingin menegakkan hal itu kepada jajarannya.

“Jadi begini kita ingin rakyat, menuntut, pemerintah yang bersih dan benar yang bekerja dengan benar jadi saya ingin tegakkan itu,” ujarnya.

Prabowo mengatakan kepentingan pemerintah saat ini hanya untuk rakyat. Ia menekankan pihak yang tidak bekerja untuk rakyat akan disingkirkan.

“Kepentingan hanya untuk bangsa rakyat, tidak ada kepentingan lain yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat ya saya akan singkirkan,” ujar Prabowo.

“Mau lebih jelas lagi? Ha-ha-ha…,” tegasnya.

Prabowo: 100 Hari Saya Sudah Beri Peringatan, Siapa Masih Dablek Saya Tindak

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya bersama Gibran Rakabuming Raka, ingin membersihkan pemerintahan agar bebas dari penyelewengan hingga korupsi.

Prabowo mengatakan, banyak pihak yang mencoba melawan upayanya agar Indonesia bebas dari korupsi.


“Kita harus berani koreksi diri, membangun pemerintahan yang bersih bebas penyelewengan dan korupsi. Itu tekad kami, kami akan terus dan kami mengerti, kami tahu ada perlawanan tapi kami yakin apa yang kami perjuangkan untuk bangsa dan rakyat Indonesia. Kami tidak akan ragu-ragu bertindak,” kata Prabowo saat berpidato di Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/2) malam.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengatakan, 100 hari pertama pemerintahannya, dirinya sudah memberikan peringatkan kepada oknum pejabat agar tidak main-main dengan dirinya.

Presiden Prabowo memastikan akan menindak mereka yang tidak mau patuh dengan perintahnya.
“100 hari pertama saya sudah beri peringatan berkali-kali sekarang siapa yang bandel, siapa yang dablek, siapa yang tidak mau ikut dengan aliran besar ini, dengan tuntutan rakyat, pemerintahan yang bersih, siapa tidak patuh, saya akan tindak,” ucap Prabowo.

“Dan saudara, jangan kira kami-kami ini bodoh, memang ada yang katakan saya tolol ada, engga apa-apa, ada yang katakan saya bajingan tolol saya enggak sebut nama, tapi kami paham dan mengerti,” tutur dia.

Prabowo juga meminta kepada seluruh aparat dan institusi negara untuk mawas diri.
“Jadi saudara, 100 hari pertama saya harap ada kesadaran, seluruh aparat, institusi bersihkan dirimu, sebelum kau dibersihkan,” kata Prabowo.

Berita Terkait

Dukung Revisi UU Desa, Junimart Girsang Minta Organisasi Kepala Desa Satu Suara

Farid Bima

Ketua DEN Luhut: Dana Desa Bisa Naik Hingga Rp8 Miliar Per Desa

Farid Bima

Para Komandan Militer Ukraina Bertekad Pertahankan Bakhmut Berperang Lawan Upaya Pengepungan Pasukan Rusia

Farid Bima

Leave a Comment