Fantastis, Suap Peserta Tes Bintara Polri Pernah Diminta Setor Rp 2,5 Miliar

0

“Kombes Pol M Iqbal Alqudusy: Jadi barang buktinya kan sendiri-sendiri. Ada yang Rp 350 juta, Rp 750 juta, Rp 2.5 miliar. Bervariasi. Mereka bermain sendiri-sendiri. Jadi mereka ini panitia”

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy

Mata-Hukum, Semarang – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) mengungkapkan ada satu peserta tes masuk Bintara Polri yang diminta Rp 2,5 miliar.

Suasana Apel di halaman Mapolda Jawa Tengah. (Istimewa)

Polda telah memberikan sanksi terhadap lima oknum anggotanya dan 2 oknum lain, yang merupakan seorang dokter pembina dan ASN di lingkungan Polri, terkait kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam tes masuk Bintara Polri di lingkungan Polda Jateng pada tahun 2022.

Ada sejumlah fakta yang cukup mengejutkan disampaikan oleh Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy di Mapolda Jateng, Kota Semarang kepada para wartawan pada Kamis (9/3/2023), yaitu adanya peserta yang diminta menyerahkan uang sebesar Rp 2.5 miliar.

Mapolda Jawa Tengah. (Istimewa)

“Dari 5 tersangka (anggota kepolisian) nominalnya bervariasi. Ada yang Rp 350 juta, Rp 750 juta, hingga ada yang Rp 2.5 miliar.

Iqbal juga menjelaskan jika para pelaku itu bermain sendiri-sendiri. Para pelaku itu, merupakan panitia dalam seleksi penerimaan Bintara Polri tahun 2022/2023.

Suasana Apel di halaman Mapolda Jawa Tengah

“Mereka sendiri-sendiri. Jadi barang buktinya kan sendiri-sendiri. Ada yang Rp 350 juta, Rp 750 juta, Rp 2.5 miliar. Bervariasi. Mereka bermain sendiri-sendiri. Jadi mereka ini panitia. Mereka ada di dalam kepanitiaan itu. Ya ada yang panitia, tapi bukan semua,” tegasnya.

Menurut Kabid Humas Polda Jateng, barang bukti dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) KKN seleksi penerimaan Bintara Polri itu sudah dikembalikan kepada yang berhak.

Mapolda Jawa Tengah. (Istimewa)

“Barang bukti dari hasil OTT, sudah dikembalikan kepada yang berhak. Itu sudah dilakukan oleh Paminal Mabes Polri dan dilakukan berita acara. Jadi uang yang dilakukan OTT, dikembalikan kepada yang berhak,” sebutnya.

Kabid Humas Polda Jateng juga menjelaskan perihal informasi mengenai adanya puluhan orang yang dimintai sejumlah uang dalam tes seleksi masuk Bintara Polri itu. Menurut Kombes Pol Iqbal Alqudusy, bahwa jumlah peserta yang dimintai uang tak sampai puluhan, jika dilihat dari total barang bukti yang ada.

Suasana tes Calon Bintara Polri. (Istimewa)

“Kalau dari pemeriksaan paminal kan puluhan. Tapi faktanya tidak seperti yang disampaikan ada 90 orang. Itu tidak. Jadi mungkin belasan saja, yang diminta, itu dilihat dari barang bukti yang hanya segitu,” terang Iqbal.

Ilustrasi, suasana tes Calon Bintara Polri. (Istimewa)

Sementara itu, 7 oknum yang terbukti melakukan KKN dalam tes masuk Bintara Polri itu telah diberikan sanksi.

Masing-masing yaitu 3 orang anggota, yang terdiri dari 2 anggota dengan pangkat kompol dan 1 orang berpangkat AKP, diberikan sanksi hukuman administrasi bersifat demosi selama 2 tahun. Kemudian 2 anggota lainnya, yaitu Bripka Z dan Bripka D (dulu disebutkan Brigadir EW), mendapatkan hukuman administrasi berupa patsus atau tahanan tempat khusus selama 21 hari dan 30 hari.

Suasana tes peserta calon Bintara Polri. (Istimewa)

Sementara 2 oknum lainnya, masing-masing adalah 1 orang dokter dan 1 ASN di lingkungan Polri. Mendapatkan sanksi berupa diturunkan jabatannya setingkat lebih rendah selama 12 bulan bagi dokter pembina. Kemudian ASN yang menjadi pengatur tingkat 1 diberikan sanksi berupa pemotongan tunjangan kinerja sebesar 12 persen selama 12 bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *