Geledah Rumah Jaringan Gembong Narkoba Fredy Pratama di BSD Tangerang, Bareskrim Sita Gepokan Dollar

0

“Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Mukti Juharsa:”Ini adalah sebagai orang-orang yang mengurus keuangannya, yang perempuan sama laki-laki. Suami dan istri,”

Mata-Hukum, Jakarta – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggeledah rumah milik kaki tangan gembong narkoba jaringan internasional Fredy Pratama alias Miming berinisial FA dan PN di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang. FA dan PN merupakan pasutri yang berperan mengelola keuangan Fredy.

Berdasar foto yang diterima wartawan, terlihat penyidik mengamankan barang bukti berupa uang gepokan pecahan Rp100 ribu. Selain itu juga nampak uang gepokan pecahan 100 USD. Dan dalam foto tersebut tampak juga mantan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Mukti Juharsa membenarkan adanya penggeledahan ini. Menurutnya penggeledahan dilakukan bersama tersangka SA kaki tangan Fredy yang telah tertangkap di Thailand.

“Penggeledahan atas nama tersangka SA di rumah FA/FW/PN daerah BSD,” kata Mukti kepada wartawan, Jumat 15 September 2023.

Mukti merincikan barang bukti yang berhasil disita dalam penggeledahan di antaranya; uang pecahan Rp 100 ribu senilai total Rp 400 juta, uang pecahan Rp 50 ribu senilai Rp 2,5 juta, dan uang pecahan USD 100 senilai USD 44 ribu. Uang tersebut ditemukan tersimpan di dalam sebuah brankas.

“SA ini kurir yang bawa duit cash ke Indonesia,” jelas Mukti.

Kekinian penyidik masih berupaya memburu FA dan PN. Keduanya diduga berada di luar negeri.

“Ini adalah sebagai orang-orang yang mengurus keuangannya, yang perempuan sama laki-laki. Suami dan istri,” ungkap Mukti.

Ratusan Tersangka

Sebelumnya Bareskrim Polri mengklaim telah menangkap 884 tersangka dan menyita 10,2 ton sabu jaringan Fredy di sepanjang tahun 2020 hingga September 2023.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada menyebut Fredy memiliki jaringan yang rapi. Mereka biasa menjalin komunikasi melalui aplikasi Blackberry Messenger.

Berdasar hasil penyidikan jaringan Fredy diduga mampu menyelundupkan sabu dan ekstasi ke Indonesia berkisar 100 kilogram hingga 500 kilogram perbulan. Mereka menyamarkan narkotika tersebut dengan kemasan teh.

“Yang bersangkutan ini mengendalikan peredaran narkoba di Indonesia dari Thailand dan daerah operasinya termasuk di Indonesia dan daerah Malaysia Timur,” kata Wahyu di Lapangan Bhayangkara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa 12 September 2023 lalu.

PTDH dan Pasal Berlapis Menanti AKP Andri Gustami Kurir Narkoba Jaringan Fredy Pratama

Bareskrim Polri membongkar sindikat narkoba jaringan internasional Fredy Pratama yang saat ini masih buron dengan menangkap 39 tersangka. Salah satu yang ikut ditangkap adalah AKP Andri Gustami.
Merespons adanya anggota Polri yang disebut-sebut sebagai kurir narkoba ini, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) merekomendasikan sanksi tegas berupa pemecatan. Dan jeratan pasal berlapis sebagai hukuman kepada mantan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan itu.

“Proses etik dengan sanksi maksimal PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat),” kata Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti kepada wartawan.

Poengky menegaskan bahwa narkoba adalah musuh bersama yang mampu merusak dan membunuh generasi muda bangsa. Oleh karena itu, tambah Poengky, harus dihadapi bersama-sama. “Jika ada aparat kepolisian yang seharusnya menjadi pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, dan penegak hukum ternyata malah jadi jaringan bandar narkoba, maka kepada yang bersangkutan layak dijatuhi hukuman seberat-beratnya,” ungkapnya.

Kurir Spesial

Bareskrim Polri pada beberapa waktu lalu menyatakan bahwa terdapat 39 tersangka perdagangan narkoba jaringan internasional. Mereka diketahui bekerja untuk Fredy Pratama yang disebut sebagai bandar terbesar di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *