“Media Pemerintah Iran juga membagikan gambar puing-puing hangus yang tersebar di daerah gurun, dengan asap masih mengepul dari lokasi tersebut”
Mata Hukum, Jakarta – Pihak Militer Iran menyebut operasi Amerika Serikat (AS) untuk menyelamatkan pilot pesawat tempur F-15 yang jatuh “sepenuhnya digagalkan”.

Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara komando pusat militer Iran Ebrahim Zolfaghari dalam video yang disiarkan televisi pemerintah, dikutip pada, Senin 6 April 2026.

Tayangan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump, pada hari yang sama, mengatakan bahwa kru F-15 kedua diselamatkan dalam operasi pencarian dengan “SELAMAT dan SEHAT”.

“Operasi penyelamatan militer AS yang disebut-sebut, yang direncanakan sebagai misi penipuan dan pelarian di bandara yang ditinggalkan di selatan Isfahan dengan dalih menyelamatkan pilot pesawat yang jatuh, sepenuhnya digagalkan,” kata Ebrahim.

Dalam kesempatan tersebut, Ebrahim mengatakan bahwa dua pesawat angkut militer Hercules C-130 dan dua helikopter Black Hawk hancur selama operasi tersebut. Ebrahim juga menyindir pernyataan Trump dengan menganggapnya sebagai “retorika kosong dan pengalihan perhatian, meskipun kenyataan di lapangan menunjukkan posisi superior angkatan bersenjata Iran yang kuat.”
Media Pemerintah Iran juga membagikan gambar puing-puing hangus yang tersebar di daerah gurun, dengan asap masih mengepul dari lokasi tersebut. Dilaporkan juga bahwa serangan selama operasi penyelamatan lima orang tewas di barat daya, tetapi belum jelas apakah mereka warga sipil atau militer.

