Kebenaran lengkapnya adalah: Israel adalah bangsa maniak pembunuh. Netanyahu adalah cerminan dari bangsanya.
Oleh: Norman G Finkelstein
Ilmuwan Politik AS, Aktivis
Orang jahat yang memenangkan perang tidak berarti perangnya benar. Orang baik yang kalah dalam perang tidak berarti orang baik itu salah. Inilah realitas pahit yang harus kita hadapi hari ini.
Selama dua setengah tahun terakhir, dunia telah menyaksikan dengan ngeri apa yang dapat disebut sebagai “kejahatan dari segala kejahatan”. Israel telah melancarkan genosida di Gaza. Pembantaian sistematis terhadap rakyat sipil yang tak berdosa, penghancuran infrastruktur, dan penciptaan krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Namun, sebelum kita sempat berkedip, Israel dan pendukung utamanya, Amerika Serikat, melancarkan apa yang oleh Pengadilan Nuremberg disebut sebagai “kejahatan internasional tertinggi: kejahatan agresi” (“To initiate a war of aggression, therefore, is not only an international crime; it is the supreme international crime differing only from other war crimes in that it contains within itself the accumulated evil of the whole.“)
Pelanggaran Hukum Internasional
Mari kita perjelas fakta-fakta ini. Israel dan Amerika Serikat bersalah atas:
-1. Kejahatan Genosida di Gaza.
-2. Kejahatan Agresi yang melanggar Pasal 2 Piagam PBB.
-3. Tidak ada dasar bagi argumen yang dipakai oleh Israel dan AS sebagai upaya pertahanan diri di bawah Pasal 51 Piagam PBB.
Atas tiga hal tersebut tidak ada debat. Tidak ada perselisihan. Tidak ada dalih yang bisa diterima. Ini adalah fakta hukum internasional yang tidak terbantahkan.
Karena itu, Iran memiliki hak yang sah untuk terus membela diri melawan kejahatan internasional tertinggi berupa agresi yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat. Ini bukan opini. Ini adalah prinsip dasar hukum internasional.
Binatang Buas Yang Berbahaya
John Locke pernah berkata bahwa dalam keadaan tertentu, setiap manusia boleh menahan atau, jika perlu, menghancurkan hal-hal yang membahayakan mereka.
Israel dan Amerika Serikat telah berubah menjadi binatang buas yang liar. Mereka telah menjadi sumber masalah yang membahayakan umat manusia. Mereka telah menjadi senyawa yang beracun bagi kemanusiaan.
Sekarang mereka menghancurkan Teheran, Isfahan, Qom. Mereka menghancurkan Beirut. Ini bukan sekadar konflik regional. Ini adalah serangan terhadap peradaban.
Netanyahu Cerminan Bangsanya
Ahli balistik senior dunia, Profesor Ted Postal dari MIT, menggambarkan kepala negara Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai “seorang maniak pembunuh”.
Tapi itu hanya sebagian kebenaran. Kebenaran lengkapnya adalah: Israel adalah bangsa maniak pembunuh. Netanyahu adalah cerminan dari bangsanya.
Hipokrisi Nuklir
Ada satu hambatan untuk menghilangkan semua senjata nuklir di Timur Tengah. Satu negara yang berpura-pura mendukung perdamaian dan keamanan, namun menentang zona bebas senjata pemusnah massal di Timur Tengah adalah Israel.
Iran adalah penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir. Semua negara Timur Tengah lainnya telah menyetujui zona bebas senjata pemusnah massal. Hanya Israel yang menolak. Hanya Israel yang menghalangi.
Dunia tidak bisa terus menutup mata. Kita tidak bisa membiarkan kemungkinan masa depan dijadikan alasan untuk melancarkan perang agresi. Kita tidak bisa membiarkan hipokrisi merajalela.
Israel dan Amerika Serikat telah menjadi noxius bagi kemanusiaan. Dan dalam keadaan seperti ini, hukum alam dan hukum moral memberikan hak kepada umat manusia untuk bertindak.
Sudah saatnya dunia berdiri dan mengatakan: Cukup!
Sudah saatnya keadilan ditegakkan. Sudah saatnya kejahatan dihukum. Sudah saatnya kemanusiaan dimenangkan.
Karena jika kita diam hari ini, kita menjadi bagian dari kejahatan itu sendiri.
***

