Israel Kembali Tembak Mati Anak Palestina Berumur 14 Tahun

0

“Tahun ini ada 46 korban jiwa warga Palestina, termasuk penyerang, militan dan warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan pernyataan resmi”

Ilustrasi, anak Palestina tewas akibat pasukan Israel. (Istimewa)

Mata-Hukum, Jakarta – Pasukan Israel kembali menembak mati seorang anak laki-laki Palestina di Tepi Barat.
Dilansir kantor berita AFP, pada Senin 13 Februari 2023, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan Qusai Radwan Waked yang berusia 14 tahun meninggal “akibat luka parah di perut akibat tembakan langsung dari tentara pendudukan (Israel)” di Jenin, sebuah kota di Tepi Barat utara.

Pasukan Israel menahan dan menodongkan senjata kepada anak Palestina. (Istimewa)

Militer Israel mengatakan pasukan Israel ditembak ketika mereka mencoba untuk menangkap seorang terduga militan Palestina, sementara “alat peledak dan batu-batu” juga dilemparkan ke arah mereka.

“Kami mengetahui laporan mengenai sejumlah orang bersenjata yang terluka selama baku tembak,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa tidak ada tentara yang terluka.

Seorang fotografer AFP melihat tubuh korban terbungkus kain dan dibawa dengan tandu.

Pasukan Israel seorang anak Palestina. (Istimewa)

Pembunuhan terbaru itu terjadi ketika kekerasan berkobar di Tepi Barat, yang telah diduduki oleh Israel sejak Perang Enam Hari 1967.

Tahun ini ada 46 korban jiwa warga Palestina, termasuk penyerang, militan dan warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan pernyataan resmi.

Sembilan warga sipil Israel dan satu warga Ukraina juga tewas selama periode yang sama.

Di tempat lain di Tepi Barat utara pada hari Minggu 12 Februari 2023, para pelayat Palestina berkumpul untuk pemakaman seorang pria berusia 27 tahun yang ditembak mati oleh seorang pemukim Israel.

Mithkal Suleiman Rayyan ditembak di kepala pada Sabtu 11 Februari 2023 dekat desa Qarawat Bani Hassan, di mana tentara-tentara Israel melaporkan “bentrokan hebat antara puluhan warga Palestina dan warga sipil Israel”.

Attia Asi, yang menyaksikan pembunuhan tersebut, mengatakan penembakan terjadi sebelum tentara datang.

“Awalnya itu (tembakan) di udara, kemudian berbalik ke arah orang-orang (Palestina), bertujuan untuk membunuh,” katanya kepada AFP di pemakaman.

Anak Palestina melakukan aksi protes dihadapan pasukan Israel. (Istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *