Jenderal Iran Masih Inginkan Nyawa Donald Trump, Balas Kematian Jenderal Soleimani

0

“Dalam sambutannya di televisi, Hajizadeh mengatakan Iran “sekarang mampu menyerang kapal-kapal Amerika pada jarak 2.000 kilometer”

Mantan Presiden AS Donald Trump. (AFP)

Mata-Hukum, Jakarta – Seorang jenderal Iran memperingatkan negaranya masih berusaha membunuh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan menteri luar negerinya Mike Pompeo sebagai balas dendam atas kematian komandan tinggi Qasem Soleimani.

Dikutip dari AFP, Teheran telah berulang kali bersumpah untuk membalas pembunuhan Soleimani, komandan Pasukan Quds, dalam serangan pesawat tak berawak AS di bandara Baghdad pada Januari 2020.

Jenderal Amirali Hajizadeh, komandan unit kedirgantaraan Garda Revolusi Iran. (Office of the Iranian Supreme Leader via AP, File)

“Kami berharap kami dapat membunuh Trump, Pompeo, (mantan jenderal AS Kenneth) McKenzie dan para komandan militer yang memberi perintah (untuk membunuh Soleimani), kata Jenderal Amirali Hajizadeh, komandan unit kedirgantaraan Garda Revolusi Iran, mengatakan di televisi, pada Jumat 24 Februari 2023.

Trump telah memerintahkan serangan itu sebagai respons atas sejumlah serangan terhadap kepentingan AS di Irak yang menurut pemerintahannya dilakukan oleh Iran.

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo. (DW News)

Beberapa hari kemudian, Iran membalas dengan menembakkan rudal ke pangkalan udara AS di Irak yang menampung pasukan AS. Tidak ada yang tewas, tetapi Washington mengatakan puluhan orang menderita cedera otak traumatis.

Amerika Serikat dan sekutunya telah berulang kali menyatakan keprihatinan tentang program rudal balistik Iran serta perannya dalam destabilisasi di Timur Tengah.

Dalam sambutannya di televisi, Hajizadeh mengatakan Iran “sekarang mampu menyerang kapal-kapal Amerika pada jarak 2.000 kilometer”.

“Kami telah menetapkan batas 2.000 kilometer ini untuk menghormati warga Eropa dan kami berharap warga Eropa menunjukkan diri mereka layak untuk penghormatan ini,” kata Hajizadeh.

Pada hari Sabtu, televisi negara Iran menayangkan video tentang “rudal jelajah Paveh dengan jangkauan 1.650 kilometer” yang baru diluncurkan dan dikembangkan oleh Garda Revolusi Iran.

Pada awal 2022 lalu, Presiden Ebrahim Raisi menegaskan, jika Trump tidak diadili, mereka akan membalas dendam.

“Jika Trump dan mantan Menlu AS) Mike Pompeo tidak diadili di pengadilan atas tindak kriminal pembunuhan Jenderal Soleimani, umat Muslim akan membalaskan dendam martir kami,” ucap Raisi dalam pidato peringatan dua tahun kematian Jenderal Soleimani saat itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *