Jenderal Teddy Divonis Seumur Hidup, Jaksa Merasa Puas Hakim Ambil Alih Surat Tuntutan dalam Vonisnya

0

“Kajari Jakbar Iwan Ginting: Artinya, kan, dakwaan kita terbukti, tuntutan kita hakim ambil alih semua dalam pertimbangannya kepuasan kita, sih, di situ. Kalau mengenai hukumannya kan masing-masing punya kewenangan”

Mata-Hukum, Jakarta -:Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengaku puas dengan pertimbangan hakim terkait vonis Irjen Teddy Minahasa. Sebab, pertimbangan hakim telah mengakomodir surat tuntutan jaksa. Meski, vonisnya lebih ringan dari tuntutan jaksa.

“Kalau kita, sih, paling utama itu terbukti ya. Artinya, kan, dakwaan kita terbukti, tuntutan kita hakim ambil alih semua dalam pertimbangannya kepuasan kita, sih, di situ. Kalau mengenai hukumannya kan masing-masing punya kewenangan, ya,” kata Kajari Jakarta Barat Iwan Ginting kepada wartawan di PN Jakbar, Selasa 8 Mei 2023.


“Hakim punya kewenangan, kita punya kewenangan, ya, diambil alih semua. Pertimbangan hakim itu mengambil alih surat tuntutan kita. Makanya kita kepuasan kita di situ sih,” sambungnya.
Teddy divonis hukuman penjara seumur hidup oleh hakim. Sementara jaksa menuntut Teddy hukuman mati.

Iwan Ginting mengatakan, pihaknya masih pikir-pikir atas putusan hakim tersebut. Masih akan dirapatkan dengan tim jaksa.
“Nanti kita rapat dulu lah dengan tim, kan belum ada juga rapat kan,” katanya.

Ginting sendiri tak menampik bila majelis hakim menyalin tuntutan jaksa. Sebagaimana yang diungkapkan Hotman Paris, kuasa hukum Teddy Minahasa.


“Ya, mungkin, saya juga melihatnya seperti itu. Makanya kita bangga. Artinya, kan, hakim setuju dengan fakta itu. Karena memang itu faktanya,” pungkas dia

Teddy Minahasa divonis seumur hidup. Lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut hukuman mati.
Teddy dinilai terbukti menjual 5 kilogram sabu bersama-sama mantan bawahannya, AKBP Dody Prawiranegara selaku eks Kapolres Bukittinggi, serta sejumlah terdakwa lain.


Para terdakwa lain itu yakni Linda Pudjiastuti dan Syamsul Ma’arif. Mereka disidang secara terpisah.
Perbuatan Teddy Minahasa dinilai oleh hakim sudah memenuhi seluruh unsur Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atas vonis ini, Teddy Minahasa bersama tim kuasa hukumnya sepakat melakukan perlawanan dengan menyatakan menempuh upaya hukum banding.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *