“Kapolres Yahukimo AKBP Zeth Zalino: Selain ketiga jenazah, tim gabungan juga menemukan seorang pendulang bernama Yohanes Bouk asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, dalam keadaan selamat”
Mata Hukum, Jakarta – Kapolres Yahukimo AKBP Zeth Zalino mengatakan, tim gabungan TNI-Polri, berhasil mengevakuasi lima jenazah pendulang emas ilegal dari dua lokasi di pedalaman Kabupaten Yahukimo, yang menjadi korban kekejaman teroris KKB Papua.

Selain mengevakuasi lima jenazah, tim gabungan juga mengevakuasi satu pendulang yang selamat.
“Ada seorang pendulang bernama Yohanes Bouk ditemukan selamat,” kata Kapolres Yahukimo AKBP Zeth Zalino saat dikonfirmasi wartawan pada, Kamis 2 Oktober 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Yahukimo mengatakan tim gabungan yang melakukan evakuasi berasal dari Polres Yahukimo, Satgas Operasi Damai Cartenz, Brimob Yon D dan Kodim Yahukimo.

Saat itu kelima jenazah yang dievakuasi dari Kali Ahom dan kali Ei, pendulang emas tradisional yang menjadi korban serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Bingki, Distrik Serdala, Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Minggu 21 September 2025 yang lalu.

Ada tiga jenazah ditemukan Rabu malam 1 Oktober, dan berhasil dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Dekai untuk diidentifikasi, Kamis 2 Oktober 2025 dini hari.
Adapun ketiga jenazah ini bernama Robert Agama, Unu, dan Marsel. Ketiganya berasal dari Sanger, Sulawesi Utara.
“Tadi malam sekitar jam 01.00 WIT dievakuasi,” kata Kapolres
Selain ketiga jenazah, tim gabungan juga menemukan seorang pendulang bernama Yohanes Bouk asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, dalam keadaan selamat, dan kini mendapatkan perawatan medis dari Tim Dokter Satgas Banops ODC di Polres Yahukimo.
“Untuk yang selamat dirawat oleh dokter Satgas ODC,” ujarnya.

