Kejagung Periksa Dirut PT Insight Investment Management terkait Korupsi Dana Pensiun DP4

0

“Nilai kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun pada PT Dana Pensiun Perusahaan Pelabuhan dan Pengerukan (DP4) pada tahun 2013-2019 terungkap sebesar Rp148 miliar”

Mata-Hukum, Jakarta – Kejaksaan Agung terus mengusut dugaan korupsi dana pensiun ditubuh Pelindo. Kali ini giliran Dirut PT Insight Investment Management diperiksa tim penyidik Jampidsus.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana melalui siaran persnya diterima, pada Rabu 5 April 2023.

“Tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap EHP selaku Dirut PT Insight Investment Management terkait Kasus Korupsi Dana Pensiun DP4 ,” ungkap Ketut.

Dalam kesempatan tersebut Ketut menjelaskan Dirut PT Insight Investment Management berinisial EHP diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun pada Dana Pensiun Perusahaan Pelabuhan dan Pengerukan (DP4) Tahun 2013 – 2019.

Pemeriksaan terhadap saksi lanjut Ketut dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun DP4 tahun 2013 – 2019.

Kerugian Negara Capai Rp148 Miliar

Nilai kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun pada PT Dana Pensiun Perusahaan Pelabuhan dan Pengerukan (DP4) pada tahun 2013-2019 terungkap sebesar Rp148 miliar.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Ketut Sumedana mengatakan nilai kerugian negara atas kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan dana pensiun PT DP4 pada tahun 2013-2019 mencapai Rp148 miliar.

“Jadi, perkembangan perkara ini kurang lebih kami sudah menemukan kerugian sebesar Rp148 miliar, dan akan berkembang terus,” katanya dalam keterangannya, pada Senin, 13 Maret 2023 lalu.

Dikatakannya, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 40 saksi.

Dari pemeriksaan tersebut, pihak kejaksaan menyimpulkan bahwa modus operandi dalam perkara ini adalah pemilihan makelar dan harga tanah yang di-markup atau dinaikkan.

Selain itu, ketika dilakukan analisis, juga terdapat pembelian saham yang Kejaksaan Agung nilai tidak sesuai dengan kapasitasnya.

“Yang jelas, saham-saham (yang dibeli) itu tidak punya portofolio yang bagus,” ucapnya melanjutkan.

Sementara itu, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Kuntadi mengatakan pihak kejaksaan masih melakukan pendalaman dan penyidikan terkait dengan saham-saham apa saja yang terkait dengan kasus DP4 ini.

“Yang jelas, telah ditemukan bahwa mekanisme DP4 ini, dalam rangka berinvestasi, melanggar SOP, dan tidak melihat prinsip-prinsip kehati-hatian. Itu nanti akan dikembangkan,” ucap Kuntadi.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Arif Suhartono memastikan pengelolaan dana pensiun (dapen) pada masa mendatang akan lebih baik menyusul kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana pensiun di DP4 pada tahun 2013—2019.

“Dana pensiun memang kami dorong untuk dilakukan satu audit yang bagus. Kami komunikasi dengan BPKP dan Kejaksaan Agung untuk memastikan pengelolaan ke depannya lebih bagus,” katanya ditemui di sela Pameran dan Conference BIMP-EAGA Maritime 2023 di Jakarta, pada Rabu 22 Februari 2023 lalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *