27.6 C
Jakarta
10.03.2026
Mata Hukum
Home » Sosok Kombes Pol. Kismanto Eko Saputro, S.H., M.H.
Profil

Sosok Kombes Pol. Kismanto Eko Saputro, S.H., M.H.

Kombes Pol. Eko Saputro

Mata Hukum, Jakarta – Sosok Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Kismanto Eko Saputro SH., MH yang saat ini menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya Tingkat II Bareskrim Polri yang akhli dalam bidang reserse.

Tak banyak yang tahu akan perjalanan hidup hingga karir sosok Kombes Pol Kismanto Eko Saputro. Dirinya merupakan pejabat utama Polda Kalteng yang kini menjabat sebagai Kabid Humas.

Siapa sangka ternyata Pulau Kalimantan atau Borneo familiar dan tak asing bagi dirinya.

Sebab sejak kecil sudah menginjak tanah Kalimantan meskipun dia lahir di Surakarta pada 10 Mei 1968 silam.

Kombes Pol Kismanto Eko Saputro sempat tinggal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan menempuh pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Kristen Manahan Banjarmasin.

Kemudian setelah lulus SD, Polisi Pangkat Melati 3 tersebut meneruskan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Surakarta, dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Surakarta.

Kemudian mengikuti Sekolah Polisi Negara dan mendapatkan Inspektur Polisi Dua (IPDA) pada tahun 1992.

Tak berhenti di situ, Kombes Pol Kismanto Eko Saputro melanjutkan jenjang pendidikannya ke Universitas Tanjung Pura, untuk mendapatkan gelar Sarjana Satu (S1) di bidang Hukum pada 1997.

Kemudian ia juga mengambil Sarjana Dua (S2) Magister Hukum di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta dan lulus pada 2010.

Adapun pangkat yang telah diembannya selama selama berdinas sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yakni pangkat IPDA pada 1992, IPTU pada 1995, dan AKP pada 1998.

Tak sampai disitu, ia juga menerima pangkat Komisaris Polisi pada 2003, 5 tahun kemudian Ajun Komisaris Besar Polisi pada 2008, dan Komisaris Besar Polisi pada 2020.

Kombes Pol Kismanto Eko Saputro menjabat Kabid Humas Polda Kalteng pada 16 November 2020 dan telah menjabat selama 2 Tahun 4 Bulan.

Ia pun memiliki tanda kehirmatan berupa SATYALANCANA DWIDYA SISTHA pada 2002, kemudian SATYALANCANA PENGABDIAN 8 TAHUN pada 2003, dan SATYALANCANA KSATRYA TAMTAMA pada 2004.

Selama menjabat sebagai Kabid Humas Polda Kalteng, ia memimpin para personelnya dan berhasil mendapatkan sejumlah penghargaan dari Polri.

Yakni peringkat pertama posting berita terbanyak pada Website Humas Polri, kemudian peringkat II Followers terbanyak pada media sosial Instagram, Twitter, dan Facebook Bidhumas Polda Jajaran.

Selain itu Polda Kalteng menjadi Top Influencer II dan penghargaan atas partisipasinya secara aktif dalam Amplifikasi Video Polri Presisi Terbanyak.

Eko memiliki seorang istri serta 3 orang anak.

Bidhumas Polda Kalteng Boyong Dua Penghargaan Dari Divhumas Polri di Jakarta

Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) memalui divisi Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) boyong  dua penghargaan sekaligus. Penghargaan diberikan oleh Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia (Divhumas Polri). Pemberian penghargaan dilakukan sesaat sebelum menutup rapat kerja teknis (Rakernis) Humas Polri tahun 2022, di Jakarta.

Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol K Eko Saputro (kanan) saat menerima piagam penghargaan dari Kadivhumas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo. (foto istimewa)

Saat menjabat Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol K Eko menjelaskan, dua penghargaan tersebut yakni, peringkat pertama kategori Posting Berita Terbanyak pada website Divhumas Polri. Kemudian peringkat kedua kategori Followers Terbanyak pada media sosial Instagram, Twitter, dan Facebook. “Penghargaan yersebut merupakan hasil kerja keras dan upaya seluruh persoenl Bidhumas Polda Kalteng,” ungkapnya

Kombes Pol Eko menambahkan bahwa, jajaran Polresta, Polres, dan Polsek pun turut membantu dalam kesuskesan Humas Polda Kalteng. “Kerja keras dan kebersamaan tersebut yang berhasil membuat Bidhumas Polda Kalteng mendapatkan penghargaan berhensi dari Kadivhumas Polri sekaligus mantan Kapolda Kalteng,” jelas Kombes Pol Eko.

Mendapat Penghargaan dari Kapolda Metro atas Keberhasilan Mengungkap Kasus Narkoba

Kepolisian Daerah Metro Jaya memberikan penghargaan kepada 127 anggota reserse di Polda Metro Jaya beserta seluruh jajaran Polres, Rabu 27 juni 2012. Penerima penghargaan itu diantaranya, AKBP Kismanto Eko Saputro sebagai Kasubdit II Ditresnarkoba. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mengungkap sejumlah kasus besar yang menyita perhatian publik. “Pagi ini semua berjasa kepada masyarakat. Ini beberapa yang maju adalah perwakilan. Tapi sebetulnya ini adalah karya-karya semua anggota. Penghargaan ini saya berikan sebagai simbol penghargaan atau tanda jasa,” ujar Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Untung Suharsono Rajab di lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta.

Selain memberikan sertifikat sebagai penghargaan, Untung juga berjanji akan menaikkan pangkat seluruh anggota reserse yang berprestasi pada tanggal 1 Juli 2012 mendatang bertepatan Hari Bhayangkara ke-66. Berikut data 127 anggota reserse yang mendapatkan penghargaan: Satker Dirresnarkoba, jumlah 17 orang diantaranya yaitu AKBP Kismanto Eko Saputro sebagai Kasubdit II Ditresnarkoba. Mengungkap sindikat jaringan internasional jenis shabu seberat 234 kg dan 210.000 butir ekstasi yang melibatkan WNA Malaysia.

Polda Metro Tangkap Jaringan Narkoba Belanda-China-Indonesia

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap peredaran narkotika lewat jaringan internasional yaitu jaringan Belanda-China-Indonesia. Disebutkan, sebanyak 350 ribu butir ekstasi dan 200 gram sabu sudah diamankan polisi. “Dalam waktu dua sampai tiga bulan ini, kami berhasil mengungkap tersangka pengedar narkoba jaringan internasional, berinisial BS dan SA. Mereka ditangkap ketika menerima barang, dan dari tangan mereka kami sita 218 ribu butir ekstasi,” ungkap Kepala Subdit II Ditserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP K Eko Saputro kepada wartawan Selasa 13 Maret

Dalam kesempatan tersebut Eko menjelaskan bahwa pihaknya masih memburu IW yang masih buron. IW masih DPO dan pernah menjadi target operasi peredaran narkoba sebanyak 360 ribu butir pada 2009. IW sendiri sebelumnya merupakan warga Indonesia, namun ketika dikejar pada waktu itu, ia kabur ke Belanda. Pengungkapan ini kata Eko merupakan yang terbesar sejak 2009. Dari barang bukti yang disita, apabila dikonversi dalam jumlah rupiah, menurutnya sama dengan Rp 113.010.000.000. “Kalau barang ini diuangkan, mencapai Rp 113.010.000.000 (seratus tiga belas miliar 10 juta rupiah). Ini merupakan pengungkapan terbesar sejak 2009. Dari barang bukti yang disita, maka polisi bisa menyelamatkan sekitar 10 juta manusia,” tutup AKBP Eko.

Sabu Rp 702 M Lolos Diselundupkan, 3 Petugas Bea Cukai Diperiksa

Polisi memeriksa 3 petugas bea dan cukai terkait kasus lolosnya sabu senilai Rp 702 miliar, yang diselundupkan melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pemeriksaan dilakukan untuk menyelidiki dugaan turut sertanya ketiga petugas meloloskan barang haram tersebut. Hal itu diungkap oleh Kepala Subdit II Narkoba Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Eko Saputro di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat 25 Mei 2012.

Hasil sementera penyelidikan kata Saputro, narkoba jenis sabu tersebut diduga berasal dari China. Diselundupkan ke Indonesia melalui Malaysia melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Eko menjelaskan bahwa akan menyidiki arus masuk jalur narkoba yang dikirim melalui paket makanan ikan Arwan. Selain itu, alamat penerima juga akan disisir. “Setelah pemeriksaan 3 petugas, kita cari tahu dari mana arus masuknya hingga ke alamat penerima,” tutur Eko.

Untuk diketahui bahwa Sabu 300 kilogram Rp 702 miliar dikemas dalam dus pakan ikan ‘Arowana Food.’ Sabu impor dari China ini diselundupkan ke Indonesia via Pelabuhan Tanjung Priok.

Kepala Subdit II Narkoba Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Eko Saputro (tengah) saat gelar barang bukti narkoba di Mapolda Metro Jaya. (foto antara)

Riwayat Jabatan;

Pamapta Polresta Pontianak pada 1992.

Kapolsek Tebas Polres Sambas Polda Kalbar pada 1995,

pada tahun 1999 Kombes Pol Eko, menjabat sebagai Kapolsekta Pontianak Barat Polrestabes Pontianak Polda Kalbar.

Kapolsek Metro Koja Polres Metro Jakarta Utara pada 2005,

Kapolsek Tanjung Priok Polres Metro Jakarta Utara Polda Metro Jaya pada 2006.

Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya pada 2007

Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya

Kasubdit 3 Diterkrimsusu Polda Metro Jaya pada 2009.

Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada 2011, lalu Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri pada 2013.

Analis Kebijakan Madya Dittipidnarkova Bareskrim Polri

Pamen Llwasum  Polri  (Penugasan  Kompolnas)

Analis Kebijakan Madya Bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri

Kabidhumas Polda Kalimantan Tengah

Kasubdit Binmasair Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri

Penyidik Tindak Pidana Madya Tingkat II Bareskrim Polri

Berita Terkait

Sosok Profesor Eddy Sang Wakil Menteri Ditetapkan Tersangka oleh KPK Karena Korupsi

Farid Bima

Sosok Kombes Pol. Muhammad Joni, S.IK.,M.S.I., AKPOL 1999 dan Jebolan SESKO TNI 2025

Farid Bima

Curhat Lelah Ikut Sidang Sambo, Ini Sepak Terjang Hakim Morgan Simanjuntak

Farid Bima

Leave a Comment