14.05.2026
Mata Hukum
Home » Kopasgat TNI AU Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar
Global MatahukumNews

Kopasgat TNI AU Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar

“Kadispenau, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana dalam siaran persnya pihak TNI AU di Jakarta menjelaskan proses evakuasi itu dilakukan di hari kedua operasi SAR”

Mata Hukum, Jakarta – Pihak TNI AU melalui pasukan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) mengevakuasi delapan korban insiden helikopter Airbus H130 PK-CFX yang jatuh di wilayah hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) pada, Jumat 17 April 2026.

Tim pencari menemukan serpihan helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX yang dikabarkan hilang kontak di daerah Sekadau. ANTARA/HO : Tim Pencari korban helikopter

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana dalam siaran persnya pihak TNI AU di Jakarta menjelaskan proses evakuasi itu dilakukan di hari kedua operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) bersama tim gabungan pada Jumat hari ini.

Dalam proses evakuasi tersebut, lanjut I Nyoman, TNI AU juga mengerahkan helikopter sebagai alat transportasi menuju lokasi jatuhnya helikopter.

Setelah delapan jenazah dievakuasi, personel TNI AU membawa jenazah tersebut ke tempat yang lebih kondusif.

“Seluruh korban telah tiba di Lanud Supadio untuk penanganan lebih lanjut, dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan,” ucap I Nyoman.

I Nyoman menyampaikan keberhasilan proses evakuasi itu terjadi karena adanya koordinasi yang baik antara TNI AU, Basarnas, dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi SAR.

Dia mengatakan keberhasilan itu juga menjadi pertanda bahwa TNI AU memiliki komitmen kuat dalam menjalankan misi kemanusiaan atau operasi militer selain perang (OMSP).

“Kami mengerahkan kemampuan terbaik yang dimiliki TNI AU, baik unsur udara maupun personel di lapangan untuk membantu proses evakuasi,” tuturnya.

Untuk diketahui, helikopter tersebut dikabarkan hilang kontak pada , Kamis 16 April 2026. Helikopter itu mengangkut delapan orang, terdiri atas Kapten Marindra W sebagai pilot, Harun Arasyd sebagai co-pilot serta enam penumpang masing-masing Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Berita Terkait

Ini Dia Negara Paling Awal dan Akhir Rayakan Tahun Baru 2026

Farid Bima

Selesai Diperiksa KPK, Donny Tri Orang Kepercayaan Sekjen PDI-P Hasto Mengaku Dicecar 18 Pertanyaan

Farid Bima

Skandal Polisi Bunuh Polisi! 2 Perwira Polri Pembunuh Brigadir Nurhadi Dituntut 8 dan 14 Tahun Penjara

Farid Bima

Leave a Comment