Koperasi TKBM Dumai Kembali Ingatkan PT MSU

0

Mata-Hukum, Dumai – Sudah dua bulan kesepakatan tidak dijalankan, hari ini, Sabtu (28/10) Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Dumai mengingatkan kembali PT Maritim Sinar Utama (MSU).

Dalam rapat Koperasi TKBM Pelabuhan Dumai bersama pimpinan unit-unit kerja wilayah Lubuk Gaung dibahas tindak lanjut dan rencana aksi atas sikap PT MSU yang dinilai melakukan tindak wanprestasi. Koperasi TKBM Dumai mengirim surat pengingat (reminder) ke PT MSU dengan tembusan ditujukan ke Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai dan PT Oleokimia Sejahtera Mas sebagai pengelola terminal khusus tempat PT MSU beroperasi.

“Hari ini kami sampaikan surat pengingat ke PT MSU, agar menjalankan kesepakatan 25 Agustus 2023. Sudah dua bulan kesepakatan itu tidak dijalankan MSU. Kami menunggu tanggapan segera sebelum melakukan tindakan hukum lain,” kata Ison, pimpinan unit kerja Koperasi TKBM Dumai.

MSU adalah perusahaan bongkar muat yang beroperasi di terminal khusus PT Oleokimia Sejahtera Mas di Lubuk Gaung, Sungai Sembilan, Dumai. Namun dalam praktiknya tidak melibatkan koperasi TKBM sesuai aturan.

Karena areal tersus anak usaha Grup Sinar Mas itu di bawah kewenangan KSOP Dumai maka ketentuan yang berlaku adalah usaha tenaga kerja bongkar muat di sana dikerjakan oleh Koperasi TKBM Pelabuhan Dumai. Bukan oleh koperasi lain.

Langgar Kebijakan Sendiri

Sikap MSU yang tidak peduli ketentuan ini bertentangan dengan kebijakan resmi PT MSU yang tertulis pada plang perusahaan tersebut.

Poin 2 kebijakan PT MSU menyatakan: “PT MSU sepenuhnya mematuhi peraturan lokal, nasional dan internasional yang relevan dan berlaku.”

Penasihat Koperasi TKBM Dumai, GW Seno, menerangkan: dalam hukum perdata, kesepakatan merupakan salah satu syarat sah perjanjian berdasarkan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Kesepakatan merupakan pernyataan adanya kesesuaian kehendak antara para pihak yang terlibat dalam perjanjian.

Berdasar kesepakatan 25 Agustus 2023 seharusnya ditingkatkan dalam bentuk perjanjian kerja antara Koperasi TKBM Dumai dengan PT MSU. “Perjanjian atau kontrak menjadi bukti dasar bahwa masing-masing pihak benar-benar menjalankan aturan lokal dan nasional secara nyata dan konkret. Bukan hanya slogan-slogan kosong saja,” jelasnya.

“Melanggar kesepakatan tertulis dikategorikan sebagai tindakan wanprestasi,” ungkap Seno.

Kilas Balik Masalah

Pada 25 Agustus lalu dibuat kesepakatan di Kantor KSOP Dumai. Dihadiri oleh Kabid Lala dan Usaha Kepelabuhan, Kasie Perencanaan Pelabuhan, PT Oleokimia Sejahtera Mas, PT Maritim Sinar Utama dan Koperasi Sungai Sembilan.

Hasil kesepakatannya adalah kegiatan bongkar muat curah kering (cangkang) di jetty Terminal Khusus PT Oleokimia dilakukan secara bergantian antara Koperasi Sungai Sembilan dan UUPJ TKBM Pelabuhan Dumai.

Teknisnya: jika satu tongkang cangkang dibongkar muat oleh UUPJ TKBM Pelabuhan Dumai, tongkang berikut dibongkar muat oleh Koperasi Sungai Sembilan. Begitu seterusnya.

Namun hampir dua bulan kesepakatan itu tidak dijalankan PT MSU. UUPJ Koperasi TKMB tidak pernah berkegiatan setelah kesepakatan terjadi. Sebaliknya, dalam pantauan TKBM Sungai Sembilan telah melakukan kegiatan bongkar 1 (satu) kali.

jotz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *