Korban Jiwa Gempa Turki 12.000 Lebih, Presiden Erdogan Akui Tak Siap

0

“Berdasarkan data resmi dari pemerintah setempat dan tim medis, sebanyak 9.057 orang telah tewas di Turki dan setidaknya sebanyak 3.042 tewas di Suriah akibat gempa berkekuatan M 7,8 yang terjadi pada Senin lalu. Total kematian telah mencapai 12.099 dan berpotensi berlipat ganda menurut para ahli”

Sejumlah petugas berusaha mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan. (Istimewa)

Mata-Hukum, Jakarta – Korban jiwa gempa Turki dan Suriah terus bertambah. Hingga Kamis (9/2/2023) dini hari tercatat sudah ada lebih dari 12.000 orang yang terkonfirmasi tewas.
Berdasarkan data resmi dari pemerintah setempat dan tim medis, sebanyak 9.057 orang telah tewas di Turki dan setidaknya sebanyak 3.042 tewas di Suriah akibat gempa berkekuatan M 7,8 yang terjadi pada Senin lalu. Total kematian telah mencapai 12.099 dan berpotensi berlipat ganda menurut para ahli.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di lokasi gempa, Rabu 8 Februari 2023.. (AFP/OZAN KOSE)

Terkait kondisi tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengakui ada “kekurangan” setelah menghadapi sejumlah kritik atas tanggapan pemerintahnya terhadap gempa.

Ketika kritik terus meningkat, Erdogan mengunjungi salah satu tempat yang paling terpukul, pusat gempa Kahramanmaras, dan mengakui adanya masalah dalam tanggapannya.

“Tentu ada kekurangannya. Kondisinya jelas terlihat. Tidak mungkin siap menghadapi bencana seperti ini,” ujarnya, dilansir AFP.

Warga melihat jalan yang ambrol akibat guncangan gempa Turki. (Istimewa)

Skala luas bencana yang meratakan ribuan bangunan, menjebak orang dalam jumlah yang tidak diketahui, telah mendorong operasi bantuan yang sudah terhambat oleh cuaca yang sangat dingin.

Para penyintas dibiarkan berebut makanan dan tempat berlindung, dan dalam beberapa kasus menyaksikan tanpa daya saat kerabat mereka meminta pertolongan, dan akhirnya terdiam di bawah puing-puing.

Kepanikan warga pasca gempa mengguncang Turki. (Istimewa)

“Keponakan saya, adik ipar saya dan adik ipar saya berada di reruntuhan. Mereka terjebak di bawah reruntuhan dan tidak ada tanda-tanda kehidupan,” kata Semire Coban, seorang guru taman kanak-kanak, di Hatay Turki.

“Kami tidak dapat menghubungi mereka. Kami mencoba untuk berbicara dengan mereka, tetapi mereka tidak menanggapi… Kami sedang menunggu bantuan. Sudah 48 jam sekarang,” katanya.

Namun, para pencari terus menarik korban selamat dari puing-puing tiga hari setelah gempa yang sudah menjadi salah satu yang paling mematikan abad ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *