JPU Beberkan Kasus Suap Menjerat Para Wakil Tuhan di Tubuh MA, Hakim Edy Jadi Penghubung Suap ke Hakim Agung Takdir Rahmadi

0

“KPK menyebut Edy Wibowo sebagai penghubung ke hakim agung Takdir Rahmadi. Hal itu tertuang dalam dakwaan hakim Edy Wibowo yang dilansir website Pengadilan Negeri (PN) Bandung”

Mata-Hukum, Jakarta – KPK mendakwa hakim Edy Wibowo dengan pasal suap terkait perkara Peninjauan Kembali (PK) KSP Intidana.

KPK menyebut Edy Wibowo sebagai penghubung ke Hakim Agung Takdir Rahmadi. Hal itu tertuang dalam dakwaan hakim Edy Wibowo yang dilansir website Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa 6 Juni 2023.

Diceritakan bahwa KSP Intidana digugat nasabahnya agar pailit. Di tingkat pertama, Pengadilan Negeri (PN) Semarang menyatakan KSP Intidana tidak pailit.

Di kasasi, MA menyatakan Intidana pailit. Belakangan, putusan kasasi itu beraroma suap. Hakim agung Sudrajad Dimyati dihukum 8 tahun penjara karena menerima suap dari nasabah, Ivan dan Tanaka. Sedangkan penyuapnya, pengacara Eko, dihukum 5 tahun penjara dan Parera 8 tahun penjara.

Kembali ke proses PK. Pihak Intidana yang merasa sehat mengajukan PK. Lalu MA membentuk majelis dengan ketua Takdir Rahmadi dengan anggota majelis Nurul Elmiyah dan Rahmi Mulyati. Majelis ini dibentuk pada 19 September 2022.

Ternyata kubu nasabah mencoba agar Takdir Rahmadi-Nurul-Rahmi menolak PK tersebut. Kubu nasabah, Ivan dan Tanaka meminta pengacaranya, Yosep Parera menyuap majelis hakim. Yosep menghubungi PNS MA Desy Yustria dan secara estafet hingga Edy Wibowo.

“Pada tanggal 19 September 2022, Desy menyampaikan kepada Yosep Parera agar uang untuk pengurusan perkara senilai Rp 2.250.000.000 dalam bentuk mata uang dolar Singapura dan meminta untuk segera diberikan kepada Desy. Selanjutnya pada tanggal 20 September 2022, Yosep Parera memerintahkan Eko untuk memberikan uang pengurusan perkara Peninjauan Kembali kepada Desy,” urai jaksa KPK.

Uang SGD 202 ribu itu diserahkan Eko ke Dessy di Hotel Amaroossa Grande, Kota Bekasi, pada 21 September 2022 malam. Tidak berapa lama, Dessy ditangkap KPK.

“Bahwa Terdakwa selaku Panitera Pengganti sekaligus Asisten hakim agung Takdir Rahmadi, bersama-sama dengan Muhajir Habibie dan Albasri dan Dessy Yustria selaku PNS Mahkamah Agung RI yang dapat menghubungkan dengan Hakim Agung TAKDIR RAHMADI yang memeriksa perkara Peninjauan Kembali Nomor 43 PK/Pdt.Sus-Pailit/2022 supaya permohonan Peninjauan Kembali yang diajukan oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana ditolak,” beber KPK.

Usai KPK menggulung komplotan tersebut, MA akhirnya membatalkan pailit Intidana. Sejumlah nama ditangkap KPK dan diadili.

Berikut daftar nama di kasus itu:

Kluster Hakim

  1. Hakim agung Sudrajad Dimyati (SD), dituntut 13 tahun penjara. Hasilnya divonis 8 tahun penjaa.
  2. Hakim agung Gazalba Saleh, status terdakwa. Sempat menggugat status tersangkanya tapi kalah.
  3. Hakim Elly Tri Pangestu (ETP) status Terdakwa dan sedang diadili di PN Bandung.
  4. Hakim Prasetio Nugroho, status terdakwa.
  5. Hakim Edy Wibowo, status terdakwa.
  6. Hakim Prof Dr Hasbi. Saat ini sedang mengajukan praperadilan.

Kluster PNS

  1. PNS MA, Desy Yustria (DY), dituntut 8 tahun 10 bulan penjara.
  2. PNS MA, Muhajir Habibie (MH) status Terdakwa dan sedang diadili di PN Bandung.
  3. PNS MA, Nurmanto Akmal (NA) dituntut 6 tahun 3 bulan penjara.
  4. PNS MA, Albasri (AB) status Terdakwa dan sedang diadili di PN Bandung.
  5. Staf MA, Redhy Novasriza, status terdakwa.

Kluster Pengacara

  1. Pengacara Yosep Parera (YP) dihukum 8 tahun penjara.
  2. Pengacara Eko Suparno (ES) divonis 5 tahun penjara.
  3. Dadan Tri, kini statusnya tersangka dan sedang mengajukan praperadilan.

Kluster Terduga Penyuap

  1. Pengusaha Heryanto Tanaka (HT) status Terdakwa dan sedang diadili di PN Bandung.
  2. Pengusaha Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS) status Terdakwa dan sedang diadili di PN Bandung.
  3. Ketua Yayasan RS Sandi Karsa Makassar (SKM), Wahyudi Hardi, statusnya terdakwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *