27.2 C
Jakarta
06.10.2026
Mata Hukum
Home » Markas Brimob Kwitang Dijaga Pasukan Marinir, Demonstran Dihalau Tembakkan Gas Air Mata
KriminalNews

Markas Brimob Kwitang Dijaga Pasukan Marinir, Demonstran Dihalau Tembakkan Gas Air Mata

“Hingga menjelang sore tembakan gas air mata di kawasan sekitar markas Brimob masih berlangsung, sementara pengunjuk rasa masih bertahan di lokasi”

Mata Hukum, Jakarta – Markas Komando (Mako) Brimob Polda Metro Jaya di bilangan Kwitang, Jakarta Pusat kini dijaga ketat oleh pasukan Marinir TNI AL. Penjagaan tersebut dilakukan mengingat aksi unjuk rasa massa makin memanas sejak siang hingga sore.

Dari pantauan wartawan dilapangan, pasukan Brimob di Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang Jakarta Pusat, Jumat 29 Agustus 2025 sore , menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa pengunjuk rasa yang terdiri dari rombongan pengemudi ojek online (ojol) serta sebagian warga di sekitar lokasi.

Pantauan wartawan, sekitar pukul 15.10 WIB, gas air mata ditembakkan dari dalam markas komando Brimob, memicu kepanikan di antara pengunjuk rasa yang sebelumnya berkerumun.

Seketika massa berlarian menyelamatkan diri ke arah jalan kecil di sekitar kawasan Kwitang, sementara beberapa pengunjuk rasa terlihat berusaha melindungi diri menggunakan masker maupun kain basah menutup wajah mereka.

Massa pengunjuk rasa yang semula berkumpul bersama sebagian warga di depan markas Brimob tampak terpencar ke berbagai arah, sebagian berusaha menjauh dari titik tembakan gas air mata, sementara lainnya mencoba bertahan dengan berteriak.

Sebuah gedung berlantai 5 dibakar massa di dekat Markas Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat, 29 Agustus 2025

Asap gas air mata yang menyebar di sekitar lokasi membuat banyak pengunjuk rasa mengalami iritasi mata dan batuk, sehingga beberapa orang tampak membantu temannya yang kesulitan bernapas keluar dari area.

Hingga menjelang sore tembakan gas air mata di kawasan sekitar markas Brimob masih berlangsung, sementara pengunjuk rasa masih bertahan di lokasi.

Sebelumnya, massa pengunjuk rasa mendatangi markas Brimob di kawasan tersebut pada Jumat pagi atas reaksi kematian rekan mereka, Affan Kurniawan yang diduga dilindas rantis Brimob pada Kamis 28 Agustus 2025 malam.

Berita Terkait

Sosok Para Tersangka Tragedi berdarah Stadion Kanjuruhan yang Menelan 131 Korban Jiwa

Farid Bima

Galang Dana untuk Palestina, Kemenlu Targetkan Hingga Rp 3,2 Triliun

Farid Bima

Migrant Care: Ada Peluang untuk Ratusan WNI Lolos Pidana Mati di Luar Negeri

Farid Bima

Leave a Comment