Memasuki Pekan ke 11 Perang, Lebih Dari 20.000 Lebih Warga Palestina Terbunuh: Dua Pertiga Korban Wanita dan Anak Anak

0

“Pihak Kementerian Kesehatan di Gaza: Sedikitnya 250 warga Palestina tewas dan 500 terluka akibat serangan udara Israel di seluruh Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir,

Mata Hukum Jakarta – Militer Israel terus melancarkan serangan ke Kawasan Gaza dan menewaskan lebih banyak lagi warga Palestina.

Seorang bayi berusia lima bulan termasuk di antara beberapa orang yang tewas pada hari Jumat 22 Desember 2023 setelah serangan udara Israel di selatan Gaza. Serangan udara terpisah di kamp pengungsi Yebna juga melukai empat orang.

Di Rumah Sakit Kuwait di Rafah yang penuh sesak, petugas medis merawat warga sipil yang terluka dengan tandu dan di bangsal darurat.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya telah mendokumentasikan 20.057 kematian, dimana dua pertiga korban adalah anak-anak dan wanita. Jumlah korban imbas serangan Israel telah mencapai hampir 1% dari populasi warga Palestina di wilayah tersebut.

Perang Hamas-Israel juga menyebabkan lebih dari 80% penduduk Gaza mengungsi dan menghancurkan sebagian besar wilayah pesisir tersebut.

Serangan Israel dalam 24 jam terakhir tewaskan 250 warga Palestina

Sedikitnya 250 warga Palestina tewas dan 500 terluka akibat serangan udara Israel di seluruh Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, kata Kementerian Kesehatan di Gaza pada Selasa.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Ashraf al-Qudra mengatakan bahwa tim medis tidak dapat merawat semua korban luka yang tiba di rumah sakit.

Dia mengungkapkan semua korban mengalami jenis cedera yang belum pernah mereka lihat dalam perang-perang sebelumnya.

Dia menambahkan bahwa tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit-rumah sakit yang beroperasi di selatan Jalur Gaza mencapai 350 persen.

Al-Qudra juga menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan dan medis yang tiba di Gaza tidak memenuhi kebutuhan rumah sakit.

Israel menggempur Jalur Gaza sejak serangan lintas batas Hamas pada 7 Oktober.

Korban tewas warga Palestina akibat serangan Israel di Jalur Gaza melonjak menjadi 20.674, kata Kementerian Kesehatan pada Senin 25 Desember 2023.

Al-Qudra mengatakan 54.536 terluka akibat serangan elama berbulan-bulan.

Sekitar 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.

100 Jurnalis Tewas saat Meliput Perang Israel Hamas

Setidaknya 100 jurnalis telah terbunuh sejak perang Israel Hamas di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023. Jumlah wartawan yang menjadi korban tewas itu dirilis oleh kantor media pemerintah di Gaza.

Jurnalis Palestina Muhammed Abu Hweidy adalah orang terakhir yang tewas dalam serangan udara Israel. Ia tewas di rumahnya di timur Kota Gaza pada hari Sabtu, 23 Desember 2023, menurut kantor media.

“Jumlah jurnalis yang terbunuh meningkat menjadi 100, pria dan wanita, sejak dimulainya perang brutal di Jalur Gaza, setelah jurnalis Mohammed Abu Hweidy mati syahid dalam serangan udara Israel di lingkungan Shujaiya,” kata kantor tersebut melalui akun Telegram.

Pejabat Palestina di Gaza mengatakan jumlah wartawan yang tewas mungkin jauh lebih tinggi. Namun, menurut perhitungan Komite Perlindungan Jurnalis, setidaknya 69 jurnalis tewas dalam konflik tersebut, termasuk juru kamera Al Jazeera Arab, Samer Abudaqa .

Lebih dari 50 gedung atau kantor media di Gaza telah hancur seluruhnya atau sebagian akibat serangan Israel. Ratusan jurnalis Palestina dan keluarga mereka terpaksa mengungsi ke selatan.

Para pekerja media juga terpaksa meninggalkan peralatan kerja di kantor-kantor di wilayah utara untuk menyelamatkan hidup mereka. Kondisi di lapangan sangat sulit dan komunikasi yang sering terputus.

Jurnalis yang bekerja di wilayah konflik bersenjata dilindungi berdasarkan undang-undang kemanusiaan internasional, yang berulang kali dilanggar oleh Israel. Jurnalis Palestina mengatakan Israel sengaja menargetkan mereka untuk membungkam pemberitaan.

Tim Dawson, wakil sekretaris jenderal di Federasi Jurnalis Internasional, mengatakan bahwa “mustahil untuk mengabaikan jumlah jurnalis tewas yang amat banyak.

“Saya kira kita belum pernah melihat adanya korban jiwa dari jurnalis karena konsentrasi mereka dalam konflik apa pun yang bisa saya pikirkan. Ada sekitar 1.000 jurnalis di Gaza pada awal konflik ini. Meskipun terdapat sedikit perbedaan dalam perhitungan jumlah korban meninggal, jika antara tujuh setengah dan 10 persen yang meninggal, maka angka tersebut merupakan angka yang sangat tinggi,” ujarnya.

Dawson mengatakan para jurnalis di Gaza hanya memiliki kamera, mikrofon, dan buku catatan. Mereka terus melakukan pekerjaan meskipun jumlah korban tewas sangat besar.

Dia juga mengatakan beberapa jurnalis Palestina mengaku menerima telepon ancaman dari orang-orang” yang berasal dari militer Israel. Ancaman itu adalah mereka bisa menjadi sasaran rudal Israel.

Dari berbagai sumber/ matahukum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *