Mursal Nabizada, Mantan Anggota Parlemen Afghanistan Tewas Ditembak di Rumahnya

0

“Mursal Nabizada merupakan salah satu sosok yang menentang represi terhadap kebebasan perempuan usai Taliban kembali berkuasa”

Mantan anggota parlemen Afghanistan, Mursal Nabizada. (Istimewa)

Mata-Hukum, Jakarta – Mantan anggota parlemen Afghanistan, Mursal Nabizada, tewas ditembak sejumlah pria bersenjata di rumahnya di Kota Kabul pada Sabtu 14 Januari 2023 malam.
“Nabizada bersama dengan salah satu pengawalnya ditembak mati di rumahnya,” kata juru bicara kepolisian Kabul, Khalid Zadran, seperti dilansir AFP, pada Minggu 15 Januari 2023.

Mantan anggota parlemen Afghanistan, Mursal Nabizada. (Istimewa)

Dalam insiden itu, saudara laki-laki Mursal juga mengalami luka-luka.

Pasukan keamanan telah memulai penyelidikan serius atas insiden tersebut,” katanya.

Mursal Nabizada terpilih anggota parlemen pada 2018, ketika pemerintahan sebelumnya yang didukung Amerika Serikat masih berkuasa. Namun, Taliban merebut kekuasaan pada Agustus 2021.

Mursal Nabizada merupakan salah satu sosok yang menentang represi terhadap kebebasan perempuan usai Taliban kembali berkuasa.

Terkait hal itu, mantan anggota parlemen lainnya, Mariam Solaimankhil, mengungkapkan Mursal adalah sosok yang tak kenal takut untuk Afghanistan.

“Seorang perintis sejati, perempuan kuat dan blak-blakan yang membela apa yang dia yakini, bahkan saat menghadapi bahaya,” katanya.

Mariam Solaimankhil (@Mariamistan) / Twitter

“Meski ditawari kesempatan untuk meninggalkan Afghanistan, dia memilih tinggal dan berjuang untuk rakyatnya.

Sebelum Taliban kembali berkuasa, banyak perempuan bekerja di posisi strategis di Afghanistan selama dua dekade sejak invasi yang dipimpin AS.

Mantan anggota parlemen Afghanistan, Mursal Nabizada. (Istimewa)

Saat itu, perempuan mengisi posisi-posisi penting dengan profesi sebagai hakim, jurnalis, hingga politikus. Namun, perempuan-perempuan yang sudah merasakan kebebasan berprofesi itu meninggalkan Afghanistan sejak Taliban kembali berkuasa.

Setelah merebut kekuasaan, Taliban langsung menekan perempuan di hampir semua aspek kehidupan publik.

Mereka melarang perempuan mengakses pendidikan menengah dan tinggi dan pekerjaan sektor publik. Taliban bahkan melarang perempuan mengunjungi taman dan pemandian umum.

Mereka juga memerintahkan para perempuan untuk menggunakan burkak untuk menutupi tubuh di depan umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *