18.04.2026
Mata Hukum
Home » Pengamat Ingatkan Presiden Prabowo Waspada Politik “Gunting dalam Lipatan” di Lingkaran Istana
NewsPolitik

Pengamat Ingatkan Presiden Prabowo Waspada Politik “Gunting dalam Lipatan” di Lingkaran Istana

“Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah: bahwa dalam sejarah politik dan militer Indonesia, ancaman internal sering kali lebih berbahaya dibanding ancaman eksternal”

Mata Hukum, Jakarta – Dalam kurun waktu 1,5 tahun ke depan, Indonesia dibawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan memasuki fase konsolidasi kekuasaan.

Hal itu akan ditandai dengan langkah “bersih-bersih” terhadap praktik korupsi dan jejaring kekuasaan lama.

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah membandingkan potensi langkah tersebut dengan model penertiban yang pernah dilakukan di negara seperti China dan Iran, di mana pemerintah melakukan penindakan tegas terhadap elite yang dianggap menyimpang.

Presiden Prabowo pimpin rapat kabinet paripurna

“Kalau Presiden Prabowo serius, maka pembersihan itu akan menyasar elite politik, birokrasi, hingga jaringan ekonomi yang selama ini bermain di belakang layar,” ujar Amir dalam keterangannya, dikutip pada, Selasa 7 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Amir juga menyinggung kemungkinan adanya kasus-kasus besar yang berpotensi terbongkar, termasuk yang berkaitan dengan sektor strategis seperti pertahanan.

Sang pengamat intelijen itu mengaitkan hal tersebut dengan warisan kebijakan era Joko Widodo, meski tanpa merinci lebih jauh.

Dalam analisisnya, Amir menekankan pentingnya kewaspadaan Prabowo terhadap ancaman dari dalam.

Ia menyebut adanya potensi “gunting dalam lipatan” di lingkaran Istana, yakni pihak-pihak yang secara formal berada di lingkar pemerintahan namun memiliki agenda berbeda.

“Presiden harus menertibkan orang-orang di dalam istana. Bisa jadi mereka adalah teman lama, tapi punya kepentingan yang bertentangan,” kata Amir.

Ia mengingatkan bahwa dalam sejarah politik dan militer Indonesia, ancaman internal sering kali lebih berbahaya dibanding ancaman eksternal.

Berita Terkait

Beredar Sejumlah Nama Perwira Polda Metro dan Polres Jakarta Pusat Pemeras WN Malaysia di Konser DWP

Farid Bima

Jaksa Agung ST Burhanuddin Kanker Kejari Banjarmasin, Monitoring Langsung Kinerja Aparatur Kejaksaan

Farid Bima

PT. Sumbawa Timur Mining Temukan Kendala Baru Ditahun 2023 dan Kegiatan Pembedayaan Masyarakat

Farid Bima

Leave a Comment