Petani Gelar Aksi Demo Protes Pupuk Susah Didapat karena Dimanipulasi oleh Pengecer

0
demo petani soal pupuk

Serikat Tani dan Nelayan Dompu menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu pada Rabu 26 Oktober 2022. (matahukum/Dadi S)

“Pengecer tidak diperbolehkan menjual pupuk bersubsidi dengan Non Subsidi secara per paket. Karena pengecer sifatnya hanya menjual pupuk bersubsidi dari pemerintah untuk petani”.

Mata-Hukum, Dompu – Komite Pimpinan Serikat Tani dan Nelayan Dompu menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu pada Rabu 26 Oktober 2022. Aksi unjuk rasa yang berlangsung itu, menyampaikan aspirasi para petani terkait adanya dugaan penjualan pupuk di tingkat pengecer yang mengharuskan petani membeli pupuk bersubsidi dengan pupuk Non Subsidi.

Dalam orasi yang disampaikan Ketua KP STN Dompu Iskandar, menyampaikan tuntutannya diantaranya meminta kepada Bupati Dompu untuk menghadirkan Distributor CV. Sumber Alam selaku distributor pupuk subsidi NPK Plus beserta seluruh pengecer pupuk subsidi Se Kabupaten Dompu untuk beraudiensi dengan kami masa aksi. Meminta Kepada Bupati Dompu untuk menghadirkan juga BPP Se Kabupaten Dompu dan PPL Se Kabupaten Dompu. Mendesak kapada Bupati Dompu untuk mencabut ijin penjualan pupuk subsidi yang di miliki oleh CV Sumber Alam.

Pupuk Non Subsidi dengan berat 25 Kg harga sebesar 450 ribu/Sak. Oleh pengecer menjual secara paksa kepada petani dengan catatan. Apabila petani ingin membeli pupuk bersubsidi, petani harus membeli pupuk Non Subsidi tersebut. Mau tidak mau petani harus membelinya supaya mendapatkan pupuk bersubsidi.

Serikat Tani dan Nelayan Dompu yang menggelar aksi unjuk rasa berdialog dengan Sekda Dompu selaku Ketua KP3 Gatot Gunawan di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu pada Rabu 26 Oktober 2022

“Ditingkatkan pengecer terjadi pemaksaan kepada petani yang mengharuskan membeli pupuk non Subsidi, sedangkan petani hanya membutuhkan pupuk bersubsidi. Harga pupuk Non Subsidi di tingkat pengecer seharga 450 ribu hingga 500 ribu/sak”. Ujarnya.

Lanjut Iskandar, masih adanya petani yang belum masuk dalam daftar Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sehingga petani kesulitan mendapatkan jatah pupuk bersubsidi. “Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk mendata ulang para petani yang belum masuk namanya dalam RDKK”. Harapnya.

Menanggapi tuntutan masa aksi, Ketua KP3 Gatot Gunawan Perantau P, menyampaikan bahwa KP3 sebelumnya sudah melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka upaya pencegahan terjadinya permainan harga pupuk di tingkat pengecer maupun distributor dan pengawasan harga obat-obatan pestisida serta terupdate-nya nama petani dalam RDKK.

“Kios pengecer harus menempelkan nama petani yang sudah masuk dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pada papan informasi. Hal itu untuk memastikan apakah ada petani yang belum terupdate namanya dalam RDKK. Apabila petani yang belum terdaftar namanya dalam RDKK harus mendaftar melalui aplikasi RDKK dengan syarat NIK, NKK, SPPT dengan luas areal tanahnya atau menghubungi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat”. Jelasnya.

Kabupaten Dompu memiliki stock pupuk urea tersedia sebanyak 13.859 Ton, dan kebutuhan pupuk urea di wilayah e-RDKK dari Oktober – Desember Tahun 2022, diperkirakan sebesar 9.542 Ton. Sedangkan harga eceran tertinggi (HET) Urea Rp. 112.500/Sak dan NPK 115.000/Sak. Pada kesempatan sebelumnya. KP3 sudah menghimbau kepada distributor untuk mendistribusikan terlebih dahulu pupuk bersubsidi. Apabila pupuk bersubsidi sudah habis maka pupuk Non Subsidi baru disalurkan”. Terangnya

“Pengecer tidak diperbolehkan menjual pupuk bersubsidi dengan Non Subsidi secara per paket. Karena pengecer sifatnya hanya menjual pupuk bersubsidi dari pemerintah untuk petani. Bagi pengecer nakal sesuai dengan Permendak nomor 15 tahun 2018 yang berhak memberikan sanksi adalah distributor. Namun jika Distributornya bermasalah maka pihak produsen yang memberikan sanksi”.Tegasnya.

Serikat Tani dan Nelayan Dompu menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu pada Rabu 26 Oktober 2022. (matahukum/Dadi S)

Masa aksi KP STN Dompu lebih kurang 40 orang diterima oleh Sekda Dompu selaku Ketua KP3 Gatot Gunawan PP,S.KM.M.Kes di halaman Kantor Pemda Dompu yang didampingi oleh Waka Polres Dompu Kompol Abdi Mauluddin S.Sos, Kabag Protokol Setda Dompu, Kabid Pengawasan Pupuk Dinas Pertanian Dompu, Perwakilan Dinas Perindag Dompu Koordinator BPP Kec Woja, Pengawasan Penyaluran PT. Pupuk Indonesia dan Distributor CV Sumber Alam.

Dae Pansel/Nurul Ramdani/Firdaus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *