18.04.2026
Mata Hukum
Home » Presiden Prabowo: Ada Kritik “Saya Keras Kepala” Bagi Sebuah Bangsa Kadang-kadang Keras Kepala Perlu
Global MatahukumNewsPolitik

Presiden Prabowo: Ada Kritik “Saya Keras Kepala” Bagi Sebuah Bangsa Kadang-kadang Keras Kepala Perlu

“Jadi Saudara-saudara, kita sikapi dengan ketenangan, dengan kearifan tapi prinsip-prinsip kita pegang teguh. Tidak ada negara tanpa hukum, tanpa konstitusi, tanpa UUD, yang ada adalah kekuatan,”

Mata Hukum, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengaku mendengar kritik dirinya memiliki sifat keras kepala.

Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu

Sang Ketua Umum Partai Gerindra itu pun menyinggung pejuang dan rakyat Iran yang memiliki sifat serupa dalam menghadapi perang dengan AS dan Israel.


“Yang terakhir itu, Prabowo keras kepala. Kalau saya dibilang keras kepala saya harus terima itu sebagai, ‘oh, coba, coba saya pegang kepala saya’,” kata Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Kerja Pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 8 April 2026

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan sifat keras kepala justru dibutuhkan dalam menjalankan pekerjaannya. Dia menyebut rakyat Iran keras kepala meski diterpa ancaman dari pihak lawan.

“Kadang-kadang keras kepala dalam suatu pekerjaan dibutuhkan, sekarang orang mengatakan rakyat Iran keras kepala, pejuang-pejuang Iran keras kepala, bolak-balik diancam mau dihabisin ya, terakhir apa itu, tapi dia tidak. Saya tidak ikut politik dalam negeri orang lain,” tegas Prabowo.

Prabowo melanjutkan para pemimpin bangsa menurutnya juga bersifat keras kepala saat mempertahankan kemerdekaan RI. Para pendiri bangsa, sebutnya, berkeras kepala enggan dijajah kembali.

“Tapi, bagi sebuah bangsa kadang-kadang keras kepala butuh, dulu bapak-bapak pendiri bangsa kita keras kepala. Lebih baik mati daripada dijajah kembali. Keras kepala. Tidak mau kita dijajah kembali,” tutur Prabowo.

“Jadi Saudara-saudara, kita sikapi dengan ketenangan, dengan kearifan tapi prinsip-prinsip kita pegang teguh. Tidak ada negara tanpa hukum, tanpa konstitusi, tanpa UUD, yang ada adalah kekuatan,” papar Presiden.

Berita Terkait

Presiden Prabowo: Pemerintah Ganti Rumah Korban Bencana Banjir dan Longsor Pulau Sumatera

Farid Bima

Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei Peringatkan Presiden Trump: Iran Tak Menyerah, Intervensi AS Berakibat Kerusakan!

Farid Bima

Petinggi dan Juru Sita PN Depok Ditangkap dan Jadi Tersangka, KY Bersurat ke KPK “Fokus untuk Pelanggaran Etik”

Farid Bima

Leave a Comment