Siapa Alex Tirta? Bos Hotel Alexis yang Diperiksa Polda Metro Terkait Save House Ketua KPK Jenderal Firli Bahuri

0

“Diperiksa 12 Jam Alex Tirta Sebut Rumah yang Disewa Rp650 Juta Diteruskan ke Sahabatnya Firli Bahuri”

Mata-Hukum, Jakarta – Ketua Harian PP PBSI, Tirta Juana Darmadji alias Alex Tirta selesai selesai diperiksa penyidik Polda Metro Jaya soal kasus dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK ke eks Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), pada Jumat 3 November 2023.

Alex diperiksa selama kurang lebih 12 jam lamanya dengan dicecar sekitar 19 pertanyaan oleh penyidik soal penyewaan rumah Kertanegara nomor 46, Jakarta Selatan yang diduga safe house Ketua KPK, Firli Bahuri.

“Pemeriksaan hari ini sudah selesai dilaksanakan dan semua sudah saya jelaskan kpd penyidik. Jadi semua sudah,” kata Alex kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan.

Bos Hotel Alexis itu membenarkan jika Firli Bahuri membayar uang sebesar Rp650 juta kepada Alex untuk meneruskan penyewaan rumah tersebut dari pemilik berinisial E.

“Yang penting bahwa soal rumah Kertanegara itu memang saya sewa dan diteruskan oleh beliau. Tapi memang atas nama saya. Jadi sudah saya jelaskan kpd penyidik,” jelasnya.

“Yang bayar beliau (Firli Bahuri), nilainya Rp650 juta,” sambungnya.

Di sisi lain, Alex mengakui sudah lama mengenal Firli Bahuri. Bahkan, dia sudah menganggap Firli sebagai sahabatnya.

“Saya sudah lama ya kenal sama beliau. Jadi memang sahabat saya dan khususnya beliau ini kan seneng bulutangkis, saya juga suka bulutangkis,” tuturnya.

Bayar Rp650 Juta Disebut Hoaks

Kuasa hukum Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, Ian Iskandar, menuding polisi telah melakukan hoaks.

Hal itu terkait pernyataan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak yang menyebut rumah Kertanegara nomor 46, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan disewa oleh Alex Tirta sebesar Rp650 juta pertahun.

Untuk diketahui, rumah Kertanegara 46 disebut-sebut sebagai safe house Firli Bahuri.

“Yang disampaikan pihak Polda itu hoaks semua, ngawur semua. Dibantah, enggak benar. Apa lagi biaya sewanya 650 juta itu apa lagi,” kata Ian kepada awak media, Selasa (31/10/2023).

Terkait rumah Kertanegara 46, Ian mengeklaim Firli menugasi seseorang bernama Andreas untuk mencari sebuah kediaman untuk rehat selama di Jakarta.

Andreas kemudian mengontak agen properti Ray White untuk mencari ketersediaan rumah.

Ian menyebut Andreas sudah ikut Firli sejak 2009. Di periode itu, Firli diketahui masih menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat.

“Jadi begini, masalah rumah di Kertanegara itu, Pak Firli itu menyuruh orang yang bekerja sama dia, namanya Andreas, yang sudah ikut dia dari 2009, Andreas itu lah yang disuruh mencari rumah untuk rehat beliau di Jakarta, nah kemudian si Andreas ini menghubungi Ray White, agen properti, kemudian Andreas ini lah yang berkontrak dengan pemilik rumah, jadi semua tentang safe house segala macam itu bohong, pembunuhan karakter beliau,” jelas Ian.

Ian bahkan mengancam bisa menghadirkan Andreas untuk membuat pihak kepolisian malu.

“Bisa kita hadirkan Andreas, nanti malu pihak penyidik Polda bikin cerita bual-bual gitu,” tandasnya.

Ian menambahkan bahwa Firli tidak mengenal sosok E, sosok yang disebut polisi sebagai pemilik rumah Kertanegara 46, yang kemudian disewa Alex Tirta.

Ian bahkan mempersilakan polisi untuk memeriksa Andreas.

“Pak Firli enggak kenal siapa pemiliknya. Karena si Andreas, Ray White yang berhubungan dengan Alex Tirta pemilik rumahnya. Bukan hubungan langsung dengan Pak Firli. Kan begitu logikanya,” katanya.

Lantas yang hoaks itu pihak Jenderal Firli Bahuri apa pengusaha Alex Tirta. Kita tunggu akhirnya?

Sosok Penguasa Alex Tirta Sahabat Jenderal Firli Bahuri Sang Ketua KPK

Mengintip profil pengusaha Alex Tirta, bos hotel Alexis yang ramai didesak oleh sejumlah oknum untuk mundur dari jabatannya sebagai wakil ketua umum PBSI yang sekarang menjadi Ketua Harian.

Tirta Juwana Darmadji (Alex Tirta) adalah seorang pengusaha ternama di Indonesia yang di antaranya adalah pemilik usaha tempat hiburan malam di Jakarta.

Dia pernah dikaitkan dengan kepemilikan Hotel Alexis yang ditutup karena tak dapat izin perpanjangan usaha dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta tertanggal 27 Oktober 2017.

Selain Hotel Alexis, usaha-usaha yang dimiliki Alex Tirta di antaranya Colosseum, 1001 hotel, Emperium, Play Club, Tease Club, Zen, hingga Club 36.

Di luar profesinya sebagai pengusaha sukses di Indonesia, rupanya Alex Tirta juga pemerhati olahraga bulutangkis Tanah Air.

Tirta Juwana Darmadji (Alex Tirta) memang memang dikenal sebagai pemerhati bulutangkis seiring dengan beberapa kali keterlibatannya di tubuh PBSI.

Pada tahun 2005 hingga 2019 silam, dia menjadi Ketua Umum Pengprov PBSI di DKI Jakarta menggantikan Icuk Sugiarto.

Di saat bersamaan, pada periode kepengurusan Wiranto di PP PBSI (2016-2020), Alex Tirta juga ditunjuk sebagai Ketua Harian.

Alex Tirta kembali menduduki jabatan yang sama di PP PBSI sebagai Ketua Harian saat kepengurusan Agung Firman Sampurna (2020-2024).

Tak selamanya dedikasinya untuk bulutangkis selancar itu. Seperti profesinya sebagai pengusaha, Alex Tirta saat ini bisa dibilang sedang dalam masa berat sebagai Ketua Harian PP PBSI.

Bagaimana tidak, belakangan nama Alex Tirta panas dengan desakan mundur dari sejumlah oknum pecinta bulutangkis sebagaimana dilansir dari Facebook Badminton Wonder Fans.

Alex Tirta jadi salah satu sasaran kekecewaan sejumlah oknum yang diketahui sedang kecewa melihat jebloknya prestasi tim bulutangkis Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2023.

Dari berbagai sumber/matahukum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *