Soal Pernyataan Anggota DPR “Markus” oleh Menko Mahfud, Benny Vs Arteria Debat Panas

0

“Benny Harman: Sangat tidak setuju (pernyataan Mahfud soal Markus) dan jangan lupa juga selama Pak Mahfud jadi ketua MK, Hakim MK, selama beliau masuk bui, jangan dong selalu. Kalau begitu kita katakan Hakim MK juga calo, Pak Mahfud juga calo”

Menkopolhukam yang juga Ketua Komite TPPU, Mahfud MD saat rapat dengan Komisi III DPR RI. (Istimewa)

Mata-Hukum, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan menyinggung pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md soal Markus (makelar kasus). Dalam penyampaiannya, ia sempat membawa nama legislator Demokrat Benny K Harman.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan. (Istimewa)


“Saya ingin sampaikan mengenai bicara akurasi, saya minta prof, bicara ini anggota DPR yang Markus mana, periode yang lalu, ya nggak apa-apa, berarti periode yang lalu saya, saya keberatan, nanti saya bilang saya akan keberatan. Periode lalu kita Markus, kalau Pak Benny nggak keberatan nggak apa-apa, mungkin Pak Benny merasa memang ada Markus, ya nggak apa-apa, dulu,” kata Arteria Dahlan dalam RDPU Komisi III dengan Komisi TPPU, pada Rabu 29 Maret 2023.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat, Benny Harman. (Istimewa)

Pernyataan Arteria lantas disambut Benny. Ia tak terima namanya diseret dan memilih interupsi.

Momen sanggahan Arteria dan Benny berlangsung cukup sengit. Arteri tak ingin aspirasinya diputus begitu saja.

“Ntar dulu jangan dibantah, nggak,” kata Arteria.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Golkar Adies Kadir bersama Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni memimpin rapat dengan Menkopolhukam yang juga Ketua Komite TPPU Mahfud MD. (Istimewa)

“Tolong saya dulu, nama saya disebut depan. Di sini interupsi boleh manakala nama seseorang disebut,” tutur Benny.

“Entar,” ujar Arteria.

“Nama saya disebut, kecuali kalau nama saya nggak disebut,” lanjut Benny.

Pimpinan rapat Ahmad Sahroni kemudian mempersilakan Benny untuk sampaikan interupsinya. Benny tak ingin apa yang disampaikan Arteria soal Markus dibenarkan oleh publik.

“Ya saya tidak membantah apa yang Anda (Arteria) katakan, tetapi nama saya disebut seolah-olah saya diam dan membenarkan itu. Itu yang saya tidak setuju ya, sebetulnya saya merasa rapat kita ini belum selesai dan saya siapkan, cadangkan waktu, untuk bahas soal ini,” tutur Benny.

Benny tak ingin sebuah lembaga dituding macam-macam. Ia bertanya ke Mahfud, apa mau rekam jejak yang belum terbukti dibuka ke publik.

“Sangat tidak setuju (pernyataan Mahfud soal Markus) dan jangan lupa juga selama Pak Mahfud jadi ketua MK, Hakim MK, selama beliau masuk bui, jangan dong selalu. Kalau begitu kita katakan Hakim MK juga calo, Pak Mahfud juga calo, jangan, jaga martabat. Saya juga sakit hati, sedih, saya tahu Pak Mahfud siapa dulu. Mau buka kita semua? Mau saya buka?,” imbuh Benny menutup interupsi.

‘Markus’ biasa menjadi singkatan populer dari ‘makelar kasus’. Istilah ini diucapkan Mahfud saat sesi rapat sebelum magrib, membahas soal transaksi janggal RP 349 triliun.

“Karena sering di DPR ini aneh, kadang marah-marah gitu, nggak tahunya markus dia,” ujar Mahfud.

Mahfud mengatakan pernah ada anggota DPR yang marah-marah saat rapat dengan Jaksa Agung. Namun, menurut dia, anggota DPR itu kemudian datang dan menitip suatu kasus ke Kejagung.

“Marah ke Jaksa Agung, uwa uwa uwa gitu, nantinya datang ke kantor Kejaksaan Agung nitip kasus,” ujar Mahfud.

Ucapan Mahfud langsung dihujani interupsi para anggota DPR. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Habiburokhman, salah satu legislator yang protes, meminta Mahfud menyebutkan nama anggota DPR yang menjadi markus tersebut.

“Kalau benar ada, sampaikan sekarang. Sampaikan saja,” ujar Habiburokhman, yang juga Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan

Dewan (MKD). Mahfud tidak menyebut siapa ‘markus’ yang dimaksud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *