TNI Tangkap 13 Orang saat Gerebek Markas Narkoba di Sumut, Junimart: Kapoldasu-nya santai saja

0

“Pengungkapan kasus narkoba itu terjadi di Tanjung Pinggir, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Berbagai macam barang bukti narkoba turut diamankan”

Mata-Hukum, Jakarta – Pengungkapan kasus peredaran narkoba kembali terjadi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Tak tanggung, kali ini sebanyak 13 orang berhasil ditangkap dalam penggerebekan markas narkoba yang dilakukan oleh aparat dari TNI tersebut.

Pengungkapan kasus narkoba itu terjadi di Tanjung Pinggir, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Berbagai macam barang bukti narkoba turut diamankan dalam pengungkapan kasus peredaran narkoba itu.

Terkait hal itu, Anggota DPR RI Farksi PDI Perjuangan, Junimart Girsang mengatakan bahwa pengungkapan kasus narkoba dengan jumlah terduga pelaku yang cukup banyak tersebut bukan dilakukan oleh kepolisian, melainkan diungkap oleh TNI.

“Yang mengungkap kasus tersebut TNI, bukan jajaran Polda Sumut. Pihak kepolisian hanya menerima ke-13 terduga pelaku dari hasil pengamanan TNI,” ujar Junimart kepada matahukum, pada Rabu 17 Mei 2023.

Anggota DPR RI yang berasal dari dapil Sumut tersebut menerangkan personal TNI mengamankan para terduga pelaku kejahatan narkoba pada Selasa malam kemarin. Lalu diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti pada hari ini, Rabu 17 Mei 2023.

“Intel Kodim yang menggerebek markas narkoba, personal polisi reserse narkoba entah ke mana. Ini bentuk tidak seriusnya Kapolda Sumut dalam menangani penegakan hukum di Sumatera Utara sebagaimana seperti yang saya sampaikan beberapa waktu yang lalu,” tegas Junimart.

Belakangan, kinerja Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) terus menuai sorotan publik. Bahkan banyak kasus terkait
Narkoba, perjudian, mafia pertanahan dan perampokan (begal) yang viral di media sosial.

Bahkan kasus yang menyangkut internal Polda Sumut yakni misteri kematian Bripka AS terkait penggelapan pajak kendaraan menyangkut penyidikan dan kasus terkait AKBP Achiruddin Hasibuan dan anaknya juga masih tidak jelas arahnya. Yg ada euforia dalam proses penyidikan.
“Saya minta kembali komitmen Kapolri agar konsisten dan konsekuen dalam PRESISI nya termasuk semboyan tentang kepala dan ekor yang luarbiasa itu, evaluasi dan segera copot Kapoldasu”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *