09.09.2026
Mata Hukum
Home » Topan Dolphin Dekati Jepang, 260.000 Orang Ngungsi-500 Penerbangan Batal
DuniaNews

Topan Dolphin Dekati Jepang, 260.000 Orang Ngungsi-500 Penerbangan Batal

“Badan besar ini juga melanda sebagian besar wilayah Kyushu, pulau utama paling selatan Jepang, dengan diwarnai angin kencang. Area Prefektur Kumamoto, yang masih memulihkan diri usai gempa bumi Magnitudo 7,1 pekan lalu”

Mata Hukum, Jakarta – Ratusan ribu orang di wilayah Jepang bagian barat daya diperintahkan untuk mengungsi.

Suasana wilayah Okinawa Jepang

Hal itu disebabkan adanya topan Dolphin bergerak mendekati wilayah tersebut, dengan membawa angin kencang, hujan deras, dan gelombang tinggi.

Lebih dari 500 penerbangan dibatalkan sepanjang Jumat 7 Agustus 2026 waktu setempat.

Ilustrasi,hujan lebat yang menyebabkan tanah longsor, yang melanda pulau Kyushu di bagian barat daya Jepang


Badan Meteorologi Jepang (JMA), seperti dilansir Reuters dikutip pada, Jumat 7 Agustus 2026, menyatakan bahwa topan Dolphin merupakan topan kategori 1 yang memiliki kecepatan angin maksimum 144 kilometer per jam, dengan hembusannya mencapai 198 kilometer per jam.

Topan Dolphin, menurut JMA, sedang bergerak mendekati gugusan kepulauan di antara wilayah Kyushu dan Prefektur Okinawa.

Otoritas Jepang telah merilis perintah evakuasi bagi hampir 260.000 penduduk di wilayah Prefektur Kagoshima dan Okinawa.

Imbas topan tersebut, operasional di sedikitnya sembilan pabrik Toyota di kedua prefektur itu terpaksa dihentikan sementara.

Topan Doplhin diperkirakan akan mempertahankan kekuatannya saat mendekati Prefektur Okinawa, sehingga meningkatkan risiko angin kencang yang dapat merusak atau meruntuhkan sejumlah bangunan.

Peringatan badan cuaca setempat menyebutkan bahwa pita hujan linier, atau barisan awan hujan cumulonimbus yang berbentuk garis panjang yang membawa curah hujan tinggi dan badai petir, dapat terbentuk dan berpotensi memicu banjir.

Badan besar ini juga melanda sebagian besar wilayah Kyushu, pulau utama paling selatan Jepang, dengan diwarnai angin kencang. Area Prefektur Kumamoto, yang masih memulihkan diri usai gempa bumi Magnitudo 7,1 pekan lalu, juga diperkirakan terdampak.

Sekitar 6.700 penduduk Kumamoto masih berada di tempat pengungsian setelah banyak rumah mereka yang ambruk akibat gempa.

Badan cuaca setempat juga merilis peringatan mengenai risiko heatstroke, dengan suhu udara diperkirakan akan mencapai 36 derajat Celsius di beberapa area.

Berita Terkait

Ribuan PPPK Paruh Waktu Terancam PHK Massal, DPR Minta Batas Belanja Pegawai 30 Persen Jangan Dipaksa!

Farid Bima

Jaksa Agung: IAD Telah menunjukan Dedikasi serta Karya Nyata Meningkatkan Mutu Organisasi

Farid Bima

Dandim 1608 Bima: Tim Gabungan TNI dan Imigrasi Berhasil Amankan Warga Negara Asing

Farid Bima

Leave a Comment