27.2 C
Jakarta
06.10.2026
Mata Hukum
Home » Update Korban Kapal Tenggelam di Selayar: 52 Orang Selamat, 25 Masih Hilang 1 Tewas
Global MatahukumNews

Update Korban Kapal Tenggelam di Selayar: 52 Orang Selamat, 25 Masih Hilang 1 Tewas

“Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan: Jadi korban sampai pukul 16.10 Wita ini, jumlah korban itu ada 78 orang dan yang selamat 52 orang, dalam pencarian 25 orang,”

Mata Hukum, Jakarta – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar memperbaharui data korban Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kapal tersebut ternyata membawa total 78 penumpang yang 52 orang di antaranya dilaporkan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.


“Jadi korban sampai pukul 16.10 Wita ini, jumlah korban itu ada 78 orang dan yang selamat 52 orang, dalam pencarian 25 orang,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan, Jumat 17 Juli 2026.

Andi Sultan mengatakan, penambahan korban berdasarkan laporan terbaru adanya tiga penumpang yang baru dievakuasi. Tiga korban selamat itu sebelumnya tidak masuk dalam daftar pencarian.

“Ada yang selamat 3 orang yang tidak sempat kami data. Pada informasi yang kami terima bahwa 3 orang ini pada waktu dievakuasi tidak langsung melapor di posko pendataan,” jelasnya.

Insiden kapal tenggelam itu turut mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Saat ini tim SAR masih melakukan pencarian sembari berkoordinasi dengan Syahbandar terkait jumlah pasti penumpang yang terdata dalam manifes.

“Tadi pada pukul 11.05 KM Kamajaya menemukan satu pelampung yang diduga milik salah satu penumpang,” imbuh Andi Sultan.

Kronologi Karamnya Kapal
Musibah ini bermula ketika KM Nurul Salsa bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu pagi sekitar pukul 05.00 WITA dengan mengangkut puluhan penumpang.

Namun, di tengah pelayaran kapal mengalami mati mesin di posisi perairan barat Pulau Polassi, atau berjarak sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar. Akibat gangguan teknis tersebut, kapal terombang-ambing di lautan hingga akhirnya tenggelam.

Dalam fase penyelamatan awal, sebanyak 41 orang berhasil dievakuasi oleh KM Harapan Kita pada, Kamis 16 Juli 2026 subuh di lokasi sekitar 18 nautical mile dari titik kejadian. Sementara itu, lima korban selamat lainnya berhasil dievakuasi oleh kapal nelayan setempat menuju Pulau Polassi.

Sebelumnya, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI melalui prajurit yang bertugas di Kapal Perang (KRI) Marlin-877 melakukan operasi pencarian, pertolongan, evakuasi (SAR) terhadap kapal penumpang KLM Nurul Salsa 01 yang tenggelam di Laut Flores, berbatasan dengan perairan Kepulauan Selayar, Sulsel.

Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz di Makassar, Kamis, mengatakan, proses pencarian dan evakuasi korban dilakukan dengan menyusuri perairan menggunakan KRI Marlin-877.

“Setelah kami dapat informasi tentang kapal penumpang KLM Nurul Salsa 01 di Laut Flores, sebelah selatan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, prajurit langsung dikerahkan melakukan penyisiran dari dermaga Mako Kodaeral VI ini,” ujarnya.

Berita Terkait

Mahkamah Konstitusi Putuskan Hanya BPK yang Berhak Hitung Kerugian Negara

Farid Bima

Mengembangkan Fungsi Kesehatan Yustisial Kejaksaan, Jaksa Agung ST Burhanuddin Ground Breaking RSU Adhyaksa Mojokerto

Farid Bima

Ketika Palu Hakim Terjatuh di Lapangan Golf

Farid Bima

Leave a Comment