Vonis Putri Candrawathi Lebih Tinggi dari Tuntutan JPU, Kejaksaan Agung: Kami Berhasil Buktikan Dakwaan

0

“Kapuspenkum: Yang jelas teman-teman penuntut umum berhasil meyakinkan hakim dalam hal pembuktian, yaitu Pasal 340 Ayat 1 ke-1. Pasal primer. Itu yang penting”

Putri Candrawathi berbaju tahanan saat tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.(istimewa)

Mata-Hukum, Jakarta – Mantan Bendahara Umum Bhayangkari Mabes Polri sekaligus Istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi divonis penjara 20 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Vonis tersebut diketahui lebih tinggi dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yaitu delapan tahun penjara.

Lebih tingginya vonis dari tuntutan dianggap Kejaksaan merupakan hal yang biasa.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana. (Istimewa)

“Itu kan masalah sudut pandang, keyakinan hakim,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana kepada awak media pada Selasa 14 Februari 2023.

Meski memberikan tuntutan yang relatif rendah, jaksa telah membuktikan dakwaannya selama proses persidangan.

Menurut Ketut, putusan Majelis Hakim pun mencerminkan keyakinan atas dakwaan yang telah dilayangkan tim jaksa penuntut umum terhadap Putri Candrawathi.

Putri Candrawathi bersama Suaminya Irjen Pol Ferdy Sambo saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Istimewa)

“Yang jelas teman-teman penuntut umum berhasil meyakinkan hakim dalam hal pembuktian, yaitu Pasal 340 Ayat 1 ke-1. Pasal primer. Itu yang penting,” katanya.

Pun dengan sang pelaku intelektual, Ferdy Sambo yang telah divonis hukuman mati.

Tim JPU dinilai Ketut telah berhasil meyakinkan Majelis Hakim terksit dakwaan pembunuhan berencana.

“Penuntut umum telah berhasil meyakinkan Majelis Hakim dakwaan pasal pembunuhan berencana, yang dibuktikan dengan yang diputuskan oleh Majelis Hakim sama, yaitu Pasal 340 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP,” ujar Ketut.

Dari kiri, Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Brigadir Yosua Hutabarat. (Istimewa)

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan telah menjatuhkan putusan atau vonis terhadap terdakwa tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J yakni Putri Candrawathi.

Sebagaimana diketahui, vonis terhadap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi telah dibacakan pada Senin (13/2/2023).

Dalam perkara ini, Ferdy Sambo divonis hukuman mati dan Putri Candrawathi 20 tahun penjara.

Majelis Hakim menyatakan perbuatan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta merampas nyawa seseorang dengan perencanaan terlebih dahulu sebagaimana yang didakwakan.

Dalam putusannya majelis hakim menyatakan, keduanya melanggar Pasal 340 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primer dari jaksa penuntut umum.

Sementara Ferdy Sambo dikenakan tambahan Pasal 49 juncto Pasal 33 Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *