17.01.2026
Mata Hukum
Home » Waketum Golkar Adies Kadir: Tidak Ada ‘Matahari Kembar’, Presiden Hanya Prabowo
NewsPolitik

Waketum Golkar Adies Kadir: Tidak Ada ‘Matahari Kembar’, Presiden Hanya Prabowo

“Kita kan sudah jelas sistem pemerintahan ya, jadi Golkar melihat sistem pemerintahan kita itu kan ada presiden, ada wakil presiden. Presiden kita terpilih secara demokratis, Bapak Prabowo dan Pak Gibran. Jelas itu,”

Mata Hukum, Jakarta – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Adies Kadir menanggapi kekhawatiran politikus PKS Mardani Ali Sera terkait menteri kabinet menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menimbulkan ‘matahari kembar’.

Menteri dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto bersilaturahmi menemui Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Jumat 11 April 2025, diantaranya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono

Dalam kesempatan tersebut, Adies mengatakan sistem pemerintahan Indonesia dipimpin oleh presiden dan wakil presiden.


“Kita kan sudah jelas sistem pemerintahan ya, jadi Golkar melihat sistem pemerintahan kita itu kan ada presiden, ada wakil presiden. Presiden kita terpilih secara demokratis, Bapak Prabowo dan Pak Gibran. Jelas itu,” kata Adies kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 16 April 2025.

Wakil Ketua Umum Golkar Adies Kadir menjawab pertanyaan sejumlah wartawan

Adies menegaskan tak ada istilah matahari kembar dalam pemerintahan Indonesia. Adies menekankan Indonesia hanya memiliki satu pemimpin, yakni Presiden Prabowo Subianto

“Undang-Undang Dasar konstitusional juga bilang begitu. Jadi tidak ada itu istilah matahari kembar,” ujarnya.

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan didampingi Istrinya berlebaran dengan mantan Presiden Jokowi

“Matahari kembar apa? Kan nggak mungkin karena presiden kita satu, jelas. Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto,” sambungnya.

Wakil Ketua DPR itu meminta agar kegiatan silaturahmi tak diperdebatkan kembali. Menurutnya, adalah hal yang wajar para menteri bersilaturahmi ke rumah presiden terdahulu.

“Jangan diperdebatkan lagi. Apabila orang, menteri, silaturahmi dalam rangka halalbihalal setelah Idul Fitri, bermaaf-maafan, itu kan biasa,” tuturnya.

“Jangankan ke Pak Jokowi, menteri-menteri juga pasti datang ke Pak SBY. Ada yang juga ke Ibu Mega, mantan-mantan presiden. Kan datang semua mereka. Jadi saya rasa tidak adalah itu matahari kembar. Yang ada hanya satu Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” imbuh dia.

Isu ‘matahari kembar’ dilontarkan Mardani Ali Sera setelah sejumlah menteri Kabinet Merah Putih menemui Jokowi di Solo. Mardani menyebut silaturahmi merupakan kegiatan baik, tapi dia mewanti-wanti jangan sampai ada matahari kembar.

“Ya, yang pertama tentu silaturahmi tetap baik ya, tapi yang kedua tidak boleh ada matahari kembar,” kata Mardani kepada wartawan, Jumat (11/4).

“Bagaimanapun, presiden kita Pak Prabowo dan Pak Prabowo sudah menunjukkan determinasinya, kapasitasnya, komitmennya, dan saya pikir Pak Prabowo juga tidak tersinggung ketika ada menterinya yang ke Pak Jokowi,” ucap Ketua BKSAP DPR itu.

Berita Terkait

7 Buah Bikin Lebih Sehat Jika Dibekukan Dalam Freezer “Diantaranya Mangga dan Nanas”

Farid Bima

Menlu Sugiono Jelaskan soal Evakuasi Warga Gaza: Bukan Relokasi

Farid Bima

Panglima TNI: 4 Prajurit TNI Akui Lakukan Kekerasan di Tragedi Kanjuruhan

Farid Bima

Leave a Comment