Warga Duga Manajer SSL Marthin Penyebab Masalah Limbah Garam SDO

0

Mata-Hukum, Dumai – Warga Kelurahan Lubuk Gaung, Dumai, menuntut penjelasan PT Sari Dumai Oleo Refinery Dumai (Apical Group) terkait dihentikannya penyaluran limbah garam gliserin ke masyarakat. Warga menduga kebijakan ini diputuskan oleh manajer SSL bernama Marthin Sukendar.

Dalam pernyataan tertanggal 27 Januari 2024, warga meminta manajemen Apical Group cq Marthin Sukendar untuk bermusyawarah mencari solusi terbaik.

Selama ini PT SDO menyerahkan limbah garam kepada masyarakat setempat untuk kemudian diteruskan ke pengolah limbah.

Namun oleh pejabat baru SDO bernama Martin tersebut, pelibatan masyarakat itu tidak lagi dilanjutkan. Padahal sudah setahun PT SDO selalu melibatkan masyarakat sekitar untuk membantu menyalurkan limbah ke pengolah. Ada empat RT dan beberapa ormas setempat yang terlibat.

Hal ini yang membuat warga bertanya-tanya. Makin geram ketika mengetahui limbah tersebut kini diambil langsung tanpa pemberitahuan ke warga. Pada 24 dan 25 Januari lalu terjadi ketegangan antara warga dan truk pengangkut limbah tersebut diketahui ‘dikawal’ oleh aparat intel Kodim.

Pihak SDO (Apical Group) tidak menjawab saat diminta konfirmasi. Humas SDO bernama Agung tidak merespons.

Warga-Aparat Tegang

Pada 24 dan 25 Januari 2024 sempat terjadi ketegangan antara warga dan aparat pengawal truk. Warga menyetop truk yang mengangkut limbah garam SDO dan mempertanyakan dokumen pengiriman barang tersebut. Diketahui limbah garam tersebut ditujukan ke Jhon Edi, pengolah limbah.

Namun oknum Kodim menyatakan bahwa barang tersebut milik mereka. Tanpa dapat menunjukkan dokumen.

Seorang warga hampir diambil.

Kemudian warga dan aparat Kodim duduk musyawarah. Diakui bahwa yang ambil limbah garam adalah Primer Koperasi Karyawan Kodim 0320 Dumai, yang keuntungannya dipakai untuk pembangunan masjid di Jalan Dua Akar dan pembangunan SMA Negeri 4 Kelas Jauh di Jalan Alur Gajah, Kelurahan Sungai Geniot, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai. Pembangunan dilakukan bersama mitra.

Setelah pengakuan itu warga bisa terima. Warga menyayangkan mengapa hal ini tidak dijelaskan sejak awal. Namun masalah tidak selesai di situ. Beberapa hari kemudian warga dilaporkan oleh aparat Kodim dan Primkopkar ke Polsek.

Di sisi lain, Koperasi Kodim tersebut dinilai mengambil-alih usaha warga yang sudah berjalan setahun.

Warga akan melaporkan masalah ini ke POM Kodim Dumai.

jotz

TNI Dilarang Berbisnis

Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia menyatakan seluruh prajurit TNI dilarang menjalankan aktivitas bisnis. Larangan prajurit TNI memiliki atau menjalankan bisnis dinyatakan dalam Pasal 39 ayat (3):

Pasal 39 UU TNI
-Prajurit dilarang terlibat dalam:

  1. Kegiatan menjadi anggota partai politik.
  2. Kegiatan politik praktis.
  3. Kegiatan bisnis.
  4. Kegiatan untuk dipilih menjadi anggota legislatif dalam pemilihan umum dan jabatan politis lainnya.

Larangan ini dilatarbelakangi oleh peran dan fungsi TNI sebagai alat negara. Jika prajurit TNI melakukan aktivitas bisnis dikhawatirkan dapat menimbulkan konflik kepentingan yang berdampak pada profesionalitas prajurit TNI.

8 Wajib TNI

  1. Bersikap Ramah Tamah Terhadap Rakyat.
  2. Bersikap Sopan Santun Terhadap Rakyat.
  3. Menjunjung Tinggi Kehormatan Wanita.
  4. Menjaga Kehormatan Diri Di Muka Umum.
  5. Senantiasa Menjadi Contoh Dalam Sikap Dan Kesederhanaannya.
  6. Tidak Sekali-Kali Merugikan Rakyat.
  7. Tidak Sekali-Kali Menakuti Dan Menyakiti Hati Rakyat.
  8. Menjadi Contoh Dan Mempelopori Usaha-Usaha Untuk Mengatasi Kesulitan Rakyat Sekelilingnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *