“Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharam: Sebanyak 3.163 rumah terendam banjir, ada 12 kecamatan dan ribuan warga mengungsi”
Mata Hukum, Karawang – Seorang warga terdampak banjir di Desa Karangligar Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang sempat dilaporkan hilang ditemukan meninggal dunia.

“Korban diketahui bernama Adi Suwardi, warga Dusun Pangasinan RT 001 RW 001, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat,” kata Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan kepada wartawan, di Karawang, Selasa 20 Januari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Ipda Cep menceritakan bahwa sebelumnya atau pada Senin 19 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, korban sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya.


Saat pihak keluarga melapor, korban terakhir kali terlihat berjalan seorang diri di sekitar wilayah terdampak banjir.
Mendapat laporan dari pihak keluarga, jajaran Polsek Telukjambe Barat bersama Satpolairud Polres Karawang, BKO Ditpolairud Polda Jawa Barat, Brimob, TNI, BPBD Karawang, serta relawan Tagana langsung melakukan upaya pencarian dengan menyisir lokasi menggunakan perahu karet.
“Korban ditemukan tenggelam di area banjir, pada Senin 19 Januari 2026 sekitar pukul 17.00 WIB dengan kondisi meninggal dunia.
Selanjutnya dilakukan evakuasi dan penanganan sesuai prosedur,” katanya.
Setelah dievakuasi, petugas berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses pemeriksaan awal kepolisian. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan selanjutnya dimakamkan.
Pihak kepolisian menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang masih terdampak banjir, guna menghindari kejadian serupa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang menyebutkan banjir akibat meluapnya dua sungai besar, Citarum dan Cibeet, merendam ribuan rumah di 26 desa sejak beberapa hari terakhir.
Banjir Rendam 12 Kecamatan di Karawang, Ribuan Warga Mengungsi
Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Hingga Senin 19 Januari 2026, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat 12 kecamatan terdampak.
Karena hal itu, ribuan warga terpaksa mengungsi akibat genangan yang terus meluas. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharam, menyampaikan, banjir telah merendam 26 desa yang tersebar di 12 kecamatan.
“Jumlah kecamatan yang terdampak banjir tercatat sebanyak 26 desa dari 12 kecamatan,” ujar Ferry Muharam kepada wartawan pada, Senin 19 Januari 2026.
Menurut Ferry, banjir terjadi akibat kombinasi beberapa faktor, mulai dari tingginya curah hujan, luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, hingga banjir rob di wilayah pesisir Karawang.
Warga Terdampak BPBD mencatat, total warga terdampak mencapai 13.304 orang dewasa, 374 balita, dan 86 bayi. Sementara itu, terdapat 4.304 kepala keluarga (KK) yang terdampak, dengan 2.413 orang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Sebanyak 3.163 rumah terendam banjir,” kata Ferry. Adapun 12 kecamatan yang terdampak banjir meliputi Karawang Timur, Telukjambe Timur, Pangkalan, Telukjambe Barat, Karawang Barat, Jayakerta, Cilebar, Rawamerta, Rengasdengklok, Lemahabang, Cilamaya Wetan, dan Klari.
Ketinggian muka air di wilayah terdampak bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga 200 sentimeter. Kondisi terparah terjadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Timur, dengan ketinggian air mencapai 2 meter. Ferry menambahkan, petugas BPBD Karawang telah bersiaga 24 jam untuk melakukan evakuasi warga serta menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.
“Pendistribusian logistik dengan kebutuhan mendesak berupa makanan, minuman, selimut, dan terpal terus berlangsung,” katanya.

