“Serangan tersebut terjadi sehari setelah Hamas mengatakan telah membunuh seorang tentara Israel dan menyita senjatanya setelah upaya penculikan yang gagal di kota yang sama”
Mata Hukum, Jakarta – Pejuang Palestina, Hamas, mengklaim telah melakukan serangan terhadap pasukan dan kendaraan militer Israel di selatan Gaza pada Kamis 10 Juli 2025.

Sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam, menyatakan bahwa para pejuangnya menyerang kumpulan tentara dan kendaraan Israel dengan rentetan mortir kaliber berat dan sedang di wilayah Al-Bedaw, utara Kota Khan Younis.

Serangan tersebut terjadi sehari setelah Hamas mengatakan telah membunuh seorang tentara Israel dan menyita senjatanya setelah upaya penculikan yang gagal di kota yang sama. Tentara Israel telah mengonfirmasi klaim Hamas tersebut.
Hamas merilis sebuah video yang menunjukkan upaya mereka untuk menangkap tentara Israel di daerah Abasan al-Kabira, sebelah timur Khan Younis. Rekaman itu juga memperlihatkan pejuang Hamas menyerang dua tank Israel dan dua buldoser militer di daerah yang sama.
Israel menolak seruan internasional untuk gencatan senjata dan terus melancarkan serangan brutal ke Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang sejauh ini telah menewaskan hampir 56.800 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Pengeboman tanpa henti telah menghancurkan wilayah kantong tersebut dan menyebabkan krisis pangan serta penyebaran penyakit.
Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Kepala Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga sedang menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait perang yang dilancarkannya di wilayah kantong tersebut.
Keji! Israel Bunuh Anak-anak yang Lagi Antre di Klinik Gaza
Israel membunuh 15 orang warga Palestina yang tengah mengantre obat-obatan di depan klinik di Gaza Tengah, Palestina. Dari jumlah itu, delapan di antaranya merupakan anak-anak.
Dilansir kantor berita BBC, Jumat 11 Juli 2025, rumah sakit Martir al-Aqsa di Deir al-Balah mengatakan 15 warga Palestina termasuk delapan anak-anak dan dua wanita, tewas dalam serangan Israel. Mereka dibunuh saat mengantre obat-obatan di depan klinik.
Video dari rumah sakit Martir al-Aqsa di Deir al-Balah menunjukkan jasad beberapa anak dan lainnya tergeletak di lantai. Petugas medis juga melakukan perawatan kepada mereka luka-luka.
Kelompok bantuan Project Hope yang berbasis di AS, yang mengelola klinik tersebut, mengatakan serangan itu merupakan pelanggaran hukum internasional yang nyata. Sementara militer Israel mengatakan serangan itu menyerang seorang Hamas.
Militer Israel mengklaim menyesal atas serangan itu. Militer Israel menyesalkan kerugian yang ditimbulkan terhadap warga sipil.

